Bank Sentral Vietnam Beli Dolar AS untuk Topang Cadangan Devisa
HANOI, investor.id – Bank sentral Vietnam pada Selasa (27/12) mengatakan pihaknya sedang berupaya untuk menopang cadangan devisa dengan membeli lebih banyak dolar Amerika Serikat (AS). Sebelumnya, otoritas terpaksa menjual sejumlah besar greenback di awal tahun untuk mendukung mata uang dong.
“Ada sinyal positif di pasar valuta asing yang memungkinkan bank sentral melanjutkan pembelian mata uang asing,” kata wakil gubernurnya, Dao Minh Tu, pada Selasa tanpa menjelaskan lebih lanjut.
Pemerintah Vietnam tidak memberikan pengungkapan reguler tentang besarnya cadangan devisanya. Di akhir 2021, jumlahnya mencapai US$ 100 miliar.
Bank Negara Vietnam (SBV) awal tahun ini terpaksa menjual sejumlah besar dolar AS ke pasar untuk mendukung dong. Mata uang itu telah mencapai rekor terendah dalam beberapa bulan terakhir dari arus keluar modal, karena Federal Reserve (Fed) AS berulang kali menaikkan suku bunga menjadi menjinakkan inflasi.
Analis pasar mengatakan SBV telah menjual sekitar US$ 20 miliar.
Arus masuk investasi asing langsung yang kuat dan surplus perdagangan yang besar tahun ini telah membantu memperlambat pelemahan dong, yang sejauh ini tahun ini kehilangan sekitar 3% terhadap dolar.
Tu juga mengatakan tingkat inflasi harus di bawah 4% pada 2022 dan kredit macet dalam sistem perbankan terkendali.
Dalam sebuah pernyataan sebelumnya pada Selasa, SBV mengatakan akan mengelola kebijakan moneter dengan cara yang fleksibel untuk menjaga inflasi pada 4,5% tahun depan. “(Untuk) menstabilkan pasar moneter dan valuta asing untuk memastikan keamanan sistem perbankan,” kata Tu.
Pinjaman oleh bank-bank Vietnam naik 12,87% pada 21 Desember dari akhir tahun lalu, katanya.
Bank sentral awal bulan ini menaikkan batas pertumbuhan kredit 14% untuk sistem perbankan tahun ini sebesar 1,5-2,0 poin persentase, menyusul krisis kredit di sektor properti dan pasar keuangannya.
Vietnam memiliki salah satu ekonomi dengan pertumbuhan tercepat di Asia, didukung oleh manufaktur dan ekspor yang kuat. Perkiraan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) sebesar 8% tahun ini. Ekspansi ekonominya juga sangat bergantung pada pertumbuhan kredit yang kuat.
Negara Asia Tenggara itu diperkirakan akan mencatat surplus perdagangan sebesar US$ 11 miliar tahun ini.
Pemerintah mengatakan arus masuk investasi asing langsung diperkirakan akan meningkat 13,5% dari tahun lalu menjadi US$ 22,4 miliar.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler






