Ant Group Bantah Rencana IPO, Fokus di Bisnis Setelah Jack Ma Turun
SHANGHAI, investor.id – Raksasa teknologi keuangan (fintech) Ant Group Tiongkok membantah rencana untuk memulai penawaran umum perdana (IPO). Perusahaan kini fokus untuk mengoptimalkan bisnis setelah pendirinya Jack Ma menyerahkan kendali perusahaan.
“Ant Group fokus pada perbaikan dan optimalisasi bisnisnya dan tidak memiliki rencana untuk IPO,” kata juru bicara perusahaan, dilansir dari Reuters Senin (9/1).
Sebelumnya, perwakilan Ant Group mengatakan pendirinya Jack Ma tidak lagi mengendalikan perusahaan. Serangkaian penyesuaian kepemilikan saham membuat Ma menyerahkan sebagian besar hak suaranya.
Penyerahan kendali dari Ma dilakukan saat Ant hampir menyelesaikan restrukturisasi yang didorong oleh peraturan ketat pemerintah Tiongkok selama dua tahun terakhir. Otoritas negara tersebut siap untuk mengenakan denda pada perusahaan tersebut hingga lebih dari US$ 1 miliar, menurut laporan Reuters pada November 2022.
Pasar saham A domestik Tiongkok mengharuskan perusahaan menunggu tiga tahun setelah perubahan kendali untuk bisa listing. Penantiannya adalah dua tahun di pasar STAR gaya Nasdaq Shanghai dan satu tahun di Hong Kong.
IPO Ant senilai US$ 37 miliar, yang akan menjadi yang terbesar di dunia, dibatalkan pada menit terakhir November 2020. Pembatalan itu menyebabkan restrukturisasi paksa perusahaan teknologi keuangan tersebut ditambah spekulasi miliarder Tiongkok yang adalah pendiri group tersebut harus menyerahkan kendali.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler

