Protes di Desa Jerman untuk Blokir Perluasan Tambang Batubara
LÜTZERATH, investor.id – Demonstran berkumpul di Luetzerath, desa di Jerman barat untuk menantang perluasan tambang batubara terbuka. Menurut mereka, perluasan itu bertentangan dengan komitmen iklim negara tersebut.
Sekitar 2.000 orang berunjuk rasa di Luetzerath, yang telah menjadi simbol perlawanan terhadap bahan bakar fosil, kata polisi di Aachen.
Para pengunjuk rasa berpartisipasi dalam jalan-jalan di sekitar desa, yang akan dihancurkan untuk memungkinkan perluasan tambang batubara terbuka di dekatnya.
Aktivis berkemah di pemukiman yang ditinggalkan dan berencana melawan upaya polisi untuk membersihkan mereka, sementara operasi direncanakan mulai minggu depan.
Raksasa energi RWE memiliki izin untuk perluasan di bawah perjanjian kompromi yang ditandatangani dengan pemerintah federal, dipimpin oleh Kanselir Demokrat Sosial Olaf Scholz.
Berdasarkan ketentuan kesepakatan, lima desa terdekat akan diselamatkan, tetapi Luetzerath akan dihancurkan untuk membuka jalan bagi pekerjaan penggalian.
RWE juga setuju untuk menghentikan produksi listrik dengan batubara di Jerman barat pada 2030, delapan tahun lebih awal dari rencana sebelumnya.
Pasukan polisi dari seluruh Jerman telah menawarkan bala bantuan untuk tugas membersihkan para aktivis, menurut majalah Der Spiegel pada laporan Minggu (8/1).
Pemerintah daerah ingin mengerahkan antara 10 hingga 15 unit yang terdiri dari sekitar seratus petugas polisi di lokasi mulai pekan ini, menurut memo internal yang dilihat oleh majalah tersebut.
Baca Juga:
Prospek Energi Terbarukan 2023Protes skala besar lainnya direncanakan pada 14 Januari 2023 di desa tersebut.
Perebutan Luetzerath terjadi ketika pemerintah Jerman telah memulai kembali pembangkit listrik batubara mothball, di tengah krisis energi yang dipicu oleh serangan Rusia ke Ukraina.
Meskipun beralih ke batubara untuk mengurangi tekanan pada pembangkit listrik tenaga gas, otoritas Jerman mengatakan tidak goyah dari tujuannya untuk keluar dari penggunaan tenaga batubara pada 2030.
Namun aktivis iklim berpendapat pemerintah tidak berbuat cukup untuk mencapai tujuan iklim Paris demi menahan pemanasan global hingga 1,5 derajat Celcius.
Pada 2022, pemerintah Jerman menggunakan lebih banyak energi terbarukan dari sebelumnya tetapi gagal mencapai tujuan pengurangan CO2, menurut sebuah studi baru-baru ini oleh lembaga pemikir Agora Energiewende.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler

