Kamis, 14 Mei 2026

Tiongkok Peringatkan Australia: Hati-hati Terhadap Jepang

Penulis : Grace El Dora
10 Jan 2023 | 15:28 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi bendera Tiongkok dan Australia. (Foto: REUTERS/Dado Ruvic/Illustration)
Ilustrasi bendera Tiongkok dan Australia. (Foto: REUTERS/Dado Ruvic/Illustration)

SYDNEY, investor.id – Pemerintah Tiongkok pada Selasa (10/1) mengatakan Australia harus mengingat kejahatan perang Jepang selama Perang Dunia II, sebelum menyesuaikan diri dengan kekuatan regional.

Pemerintah kiri-tengah Australia telah berusaha memperbaiki hubungannya dengan Tiongkok, yang sempat memburuk di bawah pemerintahan konservatif sebelumnya.

Tetapi baru-baru ini pemerintah Australia juga menandatangani pakta keamanan baru dengan saingan regional Tiongkok yakni Jepang, yang dipandang sebagai upaya membatasi otot Tiongkok di kawasan Pasifik.

ADVERTISEMENT

Duta Besar (Dubes) Tiongkok untuk Australia Xiao Qian mengatakan pemerintah Australia harus berhati-hati dalam mempercayai Jepang, mengingat serangannya terhadap Australia selama Perang Dunia II.

“Selama Perang Dunia Kedua Jepang menginvasi Australia, membom Darwin, membunuh warga Australia, dan menembak (tahanan perang) Australia,” katanya kepada wartawan, Selasa.

“Hati-hati dengan apa yang mungkin terjadi di masa depan. Ketika seseorang mengancammu, dia mungkin akan mengancammu lagi. Tiongkok telah menjadi temanmu,” lanjut Xiao.

Dubes tersebut tersinggung ketika ditanya tentang dubes Jepang untuk Australia, yang mengatakan kepada surat kabar The Australian bahwa ada kebutuhan untuk tetap waspada terhadap Tiongkok.

Tiongkok Peringatkan Australia: Hati-hati Terhadap Jepang
Prajurit dari Brigade Lintas Udara Pertama Pasukan Bela Diri Darat Jepang ikut serta dalam latihan militer bersama antara Jepang, Amerika Serikat, Inggris, dan Australia di lapangan latihan Narashino di Funabashi, Prefektur Chiba, Jepang pada 8 Januari 2023. (Foto: Yuichi YAMAZAKI / AFP)

Adapun pemerintah Tiongkok telah memberlakukan tarif pada ekspor utama Australia seperti jelai dan anggur pada puncak perselisihan pada 2020 dan secara tidak resmi menghentikan impor batubara Australia.

Pada satu titik, menteri pemerintah Tiongkok bahkan menolak menerima telepon dari rekan-rekan mereka yakni para menteri di Australia.

Sebelumnya, mantan pemerintah Australia membuat marah Tiongkok dengan berulang kali mempertanyakan catatan hak asasi manusia (HAM) dengan mendorong penyelidikan independen tentang asal-usul wabah Covid-19.

Xiao mengakui perdagangan telah terganggu dalam beberapa tahun terakhir, tetapi dia berharap perdagangan akan “kembali normal”.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 57 menit yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 1 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 1 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia