Pejabat Fed Melihat Peluang Turunkan Inflasi Tanpa Risiko Besar
WASHINGTON, investor.id – Pengangguran Amerika Serikat (AS) tetap rendah meskipun suku bunga naik dan inflasi mereda, mewakili “tanda harapan” bahwa indeks harga konsumen (CPI) dapat turun tanpa risiko penurunan yang signifikan, kata seorang pejabat Federal Reserve (Fed).
Bank sentral telah menaikkan suku bunga beberapa kali tahun lalu untuk mengendalikan inflasi yang tinggi selama beberapa dekade, bekerja untuk mendinginkan ekonomi terbesar dunia sambil berusaha tidak mendorongnya ke dalam resesi.
Perlambatan ekonomi biasanya berarti penciptaan lapangan kerja juga melambat, karena bunga pinjaman menjadi lebih mahal.
Tetapi Gubernur Fed Michelle Bowman mengatakan pada Selasa (10/1) bahwa angka pengangguran tetap rendah, karena Fed memperketat kebijakan moneter dan membuat kemajuan dalam menurunkan inflasi.
“Saya menganggap ini sebagai tanda harapan bahwa kita dapat berhasil menurunkan inflasi tanpa penurunan ekonomi yang signifikan,” katanya, Selasa.
Pekan lalu, angka Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan perolehan pekerjaan tetap kuat pada Desember 2022 sementara tingkat pengangguran turun menjadi 3,5%.
Ini terjadi meskipun ada kampanye agresif oleh Fed, yang telah menaikkan suku bunga dengan cepat dari mendekati nol menjadi kisaran 4,25%-4,50%.
Bowman mengatakan dia didorong oleh kekuatan pasar kerja, bersama dengan tingkat utang yang rendah di rumah-rumah tangga AS.
“Utang yang rendah dan neraca yang kuat bersama dengan pasar tenaga kerja kuat, berarti konsumen dan bisnis dapat terus berbelanja meski pertumbuhan ekonomi melambat,” ujar Bowman.
Tetapi dia memperingatkan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) yang mengatur kebijakan Fed akan terus menaikkan suku bunga karena masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk menurunkan inflasi.
Suku bunga pinjaman acuan kemungkinan harus tetap pada tingkat cukup membatasi untuk beberapa waktu demi memulihkan stabilitas harga, katanya.
Dia juga membahas aktivitas kripto, menambahkan bahwa Fed dan lembaga perbankan akan terus fokus pada area ini mengingat risiko signifikan yang mungkin mereka timbulkan.
“(Tanpa menghambat inovasi) kami sedang memikirkan beberapa masalah ini dan seperti apa pendekatan regulasi itu,” kata Bowman.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler






