Davos 2023: Jerman Scholz Optimis Energi, Peringatkan Soal Deglobalisasi
BERLIN, investor.id – Kanselir Olaf Scholz mengatakan pasokan energi Jerman untuk musim dingin tahun ini aman. Ia menambahkan kemampuan ekonomi terbesar Eropa untuk dengan cepat melepaskan diri dari gas Rusia telah menunjukkan betapa fleksibel dan cepatnya hal itu.
Dalam pidato optimis pada pertemuan tahunan Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss, Scholz menyoroti upaya untuk mengatasi krisis energi akibat serangan Rusia ke Ukraina, termasuk pembuatan terminal gas alam cair dengan cepat.
Terminal-terminal ini akan membantu menggantikan pipa gas Rusia yang dulunya merupakan setengah dari impor gas Jerman. Kritikus mengatakan Jerman mungkin tidak menghadapi krisis energi besar jika mengambil langkah-langkah seperti itu, untuk mendiversifikasi pasokan sebelum perang.
“Ini menunjukkan Jerman bisa fleksibel, kami bisa tidak birokratis, dan kami bisa cepat,” kata Scholz, dilansir Kamis (19/1).
Kanselir itu menyoroti bagaimana krisis telah mempercepat transformasi menuju ekonomi hijau, misalnya terminal LNG, pada akhirnya dapat digunakan untuk hidrogen.
Scholz mengatakan dirinya menyadari sumber gas tambahan perlu ditemukan untuk memastikan permintaan Eropa yang lebih besar untuk LNG tidak menaikkan harga dan karena itu kelangkaan untuk negara-negara miskin, tanpa menjelaskan bagaimana melakukannya atau apakah Jerman bersedia berinvestasi dalam proyek gas baru.
“Tentu saja, kita harus menghindari lockdown baru, ketergantungan jalur baru dengan segala cara,” katanya. Ia menambahkan hal ini dapat dilakukan dengan membuat proyek baru yang siap hidrogen sejak awal dan dengan memperluas energi terbarukan secara paralel.
Adapun Jerman kompetitif sebelum perang Ukraina ketika harga energi sudah relatif tinggi, karena model bisnisnya terutama didasarkan pada produk industri intensif penelitian dan teknologi yang sangat terspesialisasi, bukan produksi massal intensif energi, katanya. Dengan demikian, negara itu bisa tetap kompetitif.
Namun Scholz memperingatkan terhadap bahaya deglobalisasi yang tergantung seperti “pedang Damocles” di dunia. Ketegangan geopolitik baru telah menyebabkan gangguan dalam perdagangan yang sangat sulit bagi ekonomi yang digerakkan oleh ekspor seperti Jerman.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler

