Jumat, 15 Mei 2026

Davos 2023: Outlook Lebih Cerah dari yang Ditakuti Meski Penuh Risiko

Penulis : Grace El Dora
21 Jan 2023 | 07:03 WIB
BAGIKAN
Logo pertemuan tahunan Forum Ekonomi Dunia (WEF) ke-50 terpampang di Davos, Swiss pada 21 Januari 2020. (Foto: REUTERS/Denis Balibouse/File Foto)
Logo pertemuan tahunan Forum Ekonomi Dunia (WEF) ke-50 terpampang di Davos, Swiss pada 21 Januari 2020. (Foto: REUTERS/Denis Balibouse/File Foto)

DAVOS, investor.id – Outlook tahun ini terlihat lebih baik daripada yang ditakuti untuk ekonomi global, tetapi tetap penuh dengan risiko. Ini termasuk eskalasi konflik di Ukraina dan munculnya perang perdagangan transatlantik, menurut simpulan panel akhir Forum Ekonomi Dunia (WEF).

Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva mengatakan kepada hadirin Davos bahwa apa yang telah meningkat adalah potensi Tiongkok untuk mendorong pertumbuhan. Adapun IMF sekarang memperkirakan pertumbuhan Tiongkok sebesar 4,4% untuk tahun ini.

Sementara itu kemungkinan akan mendorong IMF dalam beberapa hari mendatang untuk meningkatkan perkiraan pertumbuhan 2,7% saat ini untuk tahun depan, dia memperingatkan agar tidak mengharapkan “perbaikan dramatis” pada angka itu.

ADVERTISEMENT

Salah satu risiko yang terkait dengan pembukaan kembali Tiongkok, dengan potensinya untuk memanaskan permintaan global dan harga energi, adalah bahwa hal itu memicu gelombang baru tekanan inflasi hanya beberapa bulan setelah pertarungan ini mencapai puncaknya.

Pertemuan selama seminggu itu didominasi oleh perdebatan tentang perselisihan antara Amerika Serikat (AS) dan Eropa tentang subsidi untuk transisi energi hijau, tekanan utang yang meningkat di negara-negara berkembang, dan risiko geopolitik yang melimpah di seluruh planet ini.

“Kekhawatiran terdalam saya jelas adalah perang di Ukraina,” ujar Menteri Keuangan Prancis Bruno Le Maire kepada panel, Jumat (10/1).

Ia memperingatkan eskalasi mungkin terjadi, sementara juga berpendapat hal itu telah mendorong Uni Eropa (UE) menjadi kekuatan politik yang lebih besar dalam tekadnya untuk tetap mendukung Ukraina.

Le Maire, yang terlibat dalam upaya menyelesaikan perselisihan dengan AS mengenai transisi iklim yang disubsidi negara senilai US$ 369 miliar yang menurut Eropa merupakan transisi anti persaingan, mengatakan bahwa rencana tersebut harus sesuai dengan upaya serupa di seluruh dunia.

“Pertanyaan kuncinya bukanlah China First, US First, Europe First. Pertanyaan kunci bagi kita semua adalah Climate First,” kata Le Maire. Dalam beberapa hari mendatang ia akan melakukan perjalanan ke Washington bersama pejabat Jerman untuk membahas kemungkinan perubahan pada rencana AS.

Mantan Menteri Keuangan AS Larry Summers mengatakan paket subsidi pemerintahan Presiden AS Joe Biden dan upaya yang direncanakan oleh Eropa untuk mengatasi perubahan iklim setidaknya mewakili peningkatan aktivitas transisi energi hijau yang telah lama tertunda.

“Perang subsidi tentang hal yang sangat bagus itu bagus. Itu adalah jenis persaingan yang sangat sehat dibandingkan dengan semua jenis persaingan yang telah dilihat dunia,” katanya kepada panel WEF. Summers mendesak persaingan adil, tidak membatasi yang lain dan mencoba menjatuhkan yang lain.

Eksekutif Wall Street di Davos mengatakan pesimisme telah mereda karena ekonomi di AS dan Eropa tetap tangguh dan Tiongkok melonggarkan kebijakan Covid-19.

Davos 2023: Outlook Lebih Cerah dari yang Ditakuti Meski Penuh Risiko
Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Christine Lagarde berbicara selama konferensi pers setelah pertemuan kebijakan moneter ECB di Frankfurt, Jerman pada 27 Oktober 2022. (Foto: REUTERS/Wolfgang Rattay/File Photo)

Sementara itu, Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Christine Lagarde menggambarkan 2022 sebagai “tahun yang aneh, aneh ketika Anda melihatnya”. Ia meminta pemerintah untuk memastikan kebijakan fiskal tidak mempersulit pekerjaan bank sentral dengan memanaskan ekonomi.

“’Tetap di jalur’ adalah mantra saya dalam kebijakan moneter,” katanya. Lagarde menegaskan kembali ECB berencana melanjutkan pengetatan selama dibutuhkan.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia