Jumat, 15 Mei 2026

Tiongkok-AS Saling Kritik di Pertemuan WTO Karena Perselisihan

Penulis : Indah Handayani
28 Jan 2023 | 09:00 WIB
BAGIKAN
Tiongkok dan Amerika Serikat (AS) bertukar kritik tajam pada pertemuan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) pada Jumat (27/1/2023)
Sumber: Antara
Tiongkok dan Amerika Serikat (AS) bertukar kritik tajam pada pertemuan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) pada Jumat (27/1/2023) Sumber: Antara

JENEWA, investor.id - Tiongkok dan Amerika Serikat (AS) bertukar kritik tajam pada pertemuan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) pada Jumat (27/1/2023), dengan Beijing menyebut Washington sebagai ‘pengganggu sepihak’ dan AS menuduh saingannya melakukan tindakan pembalasan ilegal.

Duta Besar Tiongkok untuk WTO Li Chenggang berbicara pada pertemuan tentang sengketa perdagangan tak lama setelah Amerika Serikat mengajukan banding terhadap serangkaian putusan WTO yang melibatkan Tiongkok, Turki, Norwegia, dan Swiss yang menemukan bahwa tarif logam AS melanggar aturan global.

"Perilaku AS yang meresahkan ini dengan jelas menggambarkan citra AS sebagai pengganggu sepihak, pelanggar aturan, dan pengganggu rantai pasokan," katanya, menurut salinan pidatonya yang diperoleh Reuters.

ADVERTISEMENT

WTO telah membuat keputusan penting terhadap Amerika Serikat dalam beberapa pekan terakhir, termasuk keputusan logam yang melibatkan Tiongkok dan perselisihan terpisah dengan Hong Kong mengenai pelabelan yang juga diajukan banding oleh Washington. Washington, yang telah lama mengkritik sistem sengketa WTO karena dianggap melampaui batas dan memimpin diskusi untuk mereformasinya telah mengkritik kedua keputusan tersebut.

AS mengatakan menyesalkan perselisihan tarif logam dengan Tiongkok bahkan menjadi agenda pada pertemuan tersebut dan menuduh Beijing memberlakukan ‘tindakan pembalasan sepihak yang ilegal’ pada ekspor AS.

"WTO yang berfungsi untuk melindungi kebijakan dan praktik non-pasar Tiongkok bukanlah kepentingan siapa pun," kata Wakil Perwakilan Perdagangan Amerika Serikat Maria Pagan, menurut salinan pidatonya.

WTO tidak akan dapat meninjau banding Washington atas kasus logam karena bangku banding teratasnya lumpuh setelah Amerika Serikat memblokir hakim baru.

"Tiongkok akan berharap bahwa AS akan menunjukkan pengendalian diri untuk tidak mengajukan banding atas setiap laporan panel yang tidak menguntungkan ke dalam kekosongan, yang telah dibuat oleh AS sendiri," kata Li.

Dalam sebuah wawancara dengan Reuters pada Kamis (26/1/2023), Pagan mengecilkan pentingnya kritik yang lebih vokal terhadap Washington oleh Tiongkok pada pertemuan WTO. "Kamu bisa memanggil kami nama apa pun yang kamu mau. Kami terus berbicara dengan Tiongkok,” katanya.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 25 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 36 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 40 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia