Rusia Luncurkan Robot Tempur Lawan Tank Abrams dan Leopard
MOSKOW, investor.id – Pemerintah Rusia meluncurkan robot penghancur tank Abrams dan Leopard 2 sebagai respons terhadap keputusan Amerika Serikat (AS) dan negara-negara Eropa yang akan mengirimkan tank Abrams dan Leopard 2 ke Ukraina.
Mantan direktur jenderal (dirjen) badan antariksa federal Rusia Roscosmos, Dmitry Rogozin, menuturkan bahwa robot yang diberi nama Marker buatan Rusia itu mampu memukul tank Abrams buatan AS dan tank Leopard buatan Jerman.
Rogozin menjelaskan Marker mempunyai katalog target dalam bentuk spektrum cahaya tampak dan inframerah. Menurut penjelasan yang dilansir dari Antara, sistem tersebut akan membantu Marker untuk mendeteksi secara otomatis perangkat keras militer musuh.
“Misalnya, sesaat setelah pengiriman tank Abrams dan Leopard ke pasukan Ukraina dimulai, Marker akan dilengkapi dengan gambar elektronik yang sesuai untuk mendeteksi dan menghancurkan tank AS dan Jerman dengan peluru kendali anti tank,” kata Rogozin kepada Sputnik, Jumat (27/1).
Marker, menurut dia, juga bisa memprioritaskan target musuh saat berada di garis terdepan.
Mantan kepala Roscosmos itu mengatakan sebanyak empat unit robot Marker akan dikirimkan ke wilayah Donbass pada Februari 2023. Dia berharap Marker bisa segera beroperasi setelah melalui serangkaian uji coba.
Pernyataan Rogozin muncul setelah Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistorius mengumumkan keputusan pemerintah Jerman untuk mengirimkan 14 unit tank Leopard 2 ke Ukraina, yang diikuti pengumuman Presiden AS Joe Biden yang menyatakan pemerintah AS juga bakal mengirimkan 31 unit tank Abrams ke Kiev, ibu kota Ukraina.
Kedutaan Besar Rusia di Jerman memperingatkan keputusan (Jerman) yang berbahaya itu dapat mendorong konflik di Ukraina ke tingkat kebuntuan baru.
Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, juga menyatakan bahwa keputusan pemerintah AS dan negara-negara Barat itu telah menunjukkan keterlibatan langsung mereka dalam konflik di Ukraina.
Adapun pemerintah Rusia telah berulang kali memperingatkan AS dan para sekutunya bahwa pengiriman bantuan militer ke Ukraina akan memperpanjang konflik di Ukraina.
Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan negara-negara anggota aliansi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) sedang “bermain api” dengan memasok senjata ke Ukraina dan setiap arak-arakan militer ke Ukraina akan menjadi target sasaran bagi Rusia.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






