Korsel-Kamboja Tingkatkan Perdagangan dan Investasi Lewat FTA
SEOUL, investor.id – Pemerintah Korea Selatan (Korsel) dan Kamboja setuju untuk meningkatkan perdagangan bilateral dan investasi dengan memaksimalkan kesepakatan perdagangan bebas (FTA) mereka. FTA Ini mulai berlaku bulan lalu, kata Kementerian Perindustrian Korsel.
Diskusi mengenai upaya tersebut dilakukan dalam sebuah forum bisnis dan investasi yang diselenggarakan di Seoul, Jumat (27/1).
Forum tersebut mempertemukan Menteri Perdagangan Korsel Ahn Duk-geun dan Menteri Perdagangan Kamboja Pan Sorasak, kata Kementerian Perdagangan, Investasi, dan Energi Korsel.
Forum itu juga diikuti oleh para pejabat pemerintah dan perwakilan bisnis dari kedua negara tersebut.
Perjanjian perdagangan bebas (FTA) bilateral berlaku sejak 1 Desember 2022.
Perjanjian tersebut mendorong pembukaan pasar ke tingkat yang lebih tinggi dibandingkan dengan FTA antara Korsel dengan Asean yang ada serta pakta perdagangan multilateral Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP), kata kementerian tersebut.
RCEP merupakan pakta perdagangan regional yang melibatkan 10 negara Asean dan mitra-mitra dialog mereka yakni Korsel, Tiongkok, Jepang, Australia, dan Selandia Baru.
“Persetujuan bilateral tersebut memberikan fondasi untuk perluasan perdagangan bilateral di berbagai sektor dari tekstil dan pakaian hingga mobil dan mesin, juga dari agro hingga makanan dari perikanan,” kata Ahn dalam forum tersebut, Jumat.
“Kedua negara akan dapat memperkuat kerja sama lebih lanjut di bidang ekonomi digital, energi bersih, dan berbagai sektor lainnya untuk membantu memajukan struktur industri Kamboja, dan bersama-sama mencapai tujuan-tujuan nol (karbon) bersih,” tambahnya.
Ahn juga mengatakan pemerintah Korsel akan mendukung perkembangan teknologi Kamboja melalui program-program bantuan perkembangan resmi.
Perdagangan bilateral antara Korsel dan Kamboja mencapai US$ 1,05 miliar (sekitar Rp 15,7 triliun) sepanjang tahun lalu.
Angka ini menandakan peningkatan drastis dari US$ 54 juta (sekitar Rp 809,4 miliar) pada 1997, saat kedua negara menjalin kembali hubungan diplomatik pada 1997, menurut data pemerintah.
Korsel dan Kamboja pada awalnya menjalin hubungan diplomatik pada 1970, tetapi hubungan terputus pada 1975 saat Kamboja beralih ke komunisme.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler

