Jumat, 15 Mei 2026

Kepala NATO Minta Korsel Tingkatkan Dukungan Militer untuk Ukraina

Penulis : Grace El Dora
30 Jan 2023 | 12:15 WIB
BAGIKAN
Sekretaris Jenderal Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) Jens Stoltenberg. (Foto: AFP)
Sekretaris Jenderal Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) Jens Stoltenberg. (Foto: AFP)

SEOUL, investor.id – Sekretaris Jenderal (Sekjen) aliansi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) Jens Stoltenberg pada Senin (30/1) meminta pemerintah Korea Selatan (Korsel) untuk meningkatkan dukungan militer untuk Ukraina. Sekjen itu menyarankan Korsel mempertimbangkan kembali kebijakannya untuk tidak mengekspor senjata ke negara-negara yang berkonflik.

Stoltenberg berada di Seoul pada putaran pertama perjalanannya di Asia, yang juga akan dilakukan di Jepang. Ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan hubungan dengan sekutu demokrasi kawasan Asia dalam menghadapi konflik Ukraina dan meningkatnya persaingan dari Tiongkok.

Sekjen NATO bertemu pejabat tinggi Korsel pada Minggu (29/1) dan pada Senin ia mendesak Korsel berbuat lebih banyak untuk membantu Ukraina. “Ada kebutuhan mendesak akan lebih banyak amunisi,” katanya, Senin.

ADVERTISEMENT

Ia menunjuk ke negara-negara seperti Jerman dan Norwegia yang memiliki “kebijakan lama untuk tidak mengekspor senjata ke negara-negara yang berkonflik”, yang mereka revisi setelah Presiden Rusia Vladimir Putin menyerang Ukraina pada 24 Februari tahun lalu.

“Jika kita percaya pada kebebasan, demokrasi, jika kita tidak ingin otokrasi dan totaliter menang, maka mereka membutuhkan senjata,” paparnya, berbicara di Institut Chey di Seoul, ibu kota Korsel.

Adapun Korsel adalah pengekspor senjata yang semakin penting secara global dan baru-baru ini menandatangani kesepakatan untuk menjual ratusan tank ke negara-negara Eropa, termasuk ke Polandia yang merupakan anggota NATO.

Tetapi undang-undang Korsel melarang ekspor senjata ke negara-negara dalam konflik aktif. Regulasi ini, menurut pemerintah Korsel, mempersulit pengiriman senjata langsung ke Ukraina meskipun negaranya telah memberikan bantuan kemanusiaan dan tidak mematikan.

Korsel membuka misi diplomatik pertamanya ke NATO tahun lalu.

Stoltenberg mengatakan tidak jelas kapan konflik di Ukraina akan berakhir, dengan mengatakan Putin sedang mempersiapkan “lebih banyak perang” dan secara aktif memperoleh senjata dari sejumlah negara termasuk dari Korea Utara (Korut).

Pemerintah Korut membantah mengirim senjata ke Rusia mengatakan pada Minggu bahwa Amerika Serikat (AS) akan menghadapi “hasil yang benar-benar tidak diinginkan”, jika terus menyebarkan “rumor buatan sendiri”.

“Mencoba menodai citra (Korut) dengan memalsukan sesuatu yang tidak ada adalah provokasi besar yang tidak pernah bisa dibiarkan dan itu tidak bisa tidak memicu reaksinya,” kata Kwon Jong Gun, direktur jenderal (dirjen) Departemen Luar Negeri AS di Korut.

Dia juga menyebut itu sebagai “upaya bodoh untuk membenarkan tawaran senjatanya ke Ukraina”.

Awal pekan ini Presiden AS Joe Biden menjanjikan 31 unit tank Abrams, salah satu senjata paling kuat dan canggih di tentara AS, untuk membantu Ukraina melawan serangan Rusia.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia