Korsel Akhiri Pembatasan Visa Covid-19 untuk Pelancong Tiongkok
SEOUL, investor.id – Pemerintah Korea Selatan (Korsel) pada Jumat (10/2) telah melanjutkan pemberian visa jangka pendek untuk pelancong dari Tiongkok. Langkah ini mengakhiri pembatasan terkait Covid-19 yang memicu tanggapan marah dan tindakan balasan dari Tiongkok.
Pada Januari 2023, otoritas Korsel memberlakukan persyaratan perjalanan, termasuk pembatasan visa dan pengujian PCR, pada semua pengunjung dari Tiongkok. Pasalnya, saat itu negara terpadat di dunia tersebut berjuang melawan lonjakan kasus virus corona.
Tetapi kemudian pemerintah Korsel mengatakan tingkat penumpang dari Tiongkok yang dites positif pada saat kedatangan turun menjadi 1,4% minggu lalu, turun dari 20% saat pembatasan pertama kali diberlakukan.
“(Akibatnya, Korsel akan) menghapus pembatasan visa jangka pendek di Tiongkok dan melanjutkan penerbitan (visa) mulai 11 Februari,” kata pusat pengendalian penyakit negara itu dalam pernyataan resminya, Jumat.
Penurunan tersebut mencerminkan situasi saat ini di Tiongkok, katanya, di mana “tidak ada tanda-tanda penyebaran atau mutasi virus corona baru setelah bulan liburan tahun baru”.
Beberapa hari setelah Korsel berhenti memberikan visa pada Januari 2023, pemerintah Tiongkok menolak dengan menyebut tindakan itu diskriminatif. Pihaknya membalas dengan menangguhkan penerbitan visa jangka pendek untuk warga Korsel.
Menyambut langkah baru Korsel, pihak berwenang Tiongkok menyambut baik perkembangan tersebut. Pihaknya mengaku akan secara aktif mempertimbangkan untuk secara timbal balik melanjutkan penerbitan visa jangka pendek bagi warga Korsel yang mengunjungi Tiongkok, kata seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri.
Pemerintah Korsel mengatakan pembatasan lain, termasuk persyaratan pengujian, akan tetap berlaku.
Wisatawan dari Tiongkok harus memberikan hasil tes negatif sebelum keberangkatan dan menjalani tes PCR pada hari pertama kedatangan.
Mereka yang dinyatakan positif harus dikarantina selama seminggu.
Adapun pemerintah Korsel telah menghapus persyaratan pengujian sebelum penerbangan dan saat kedatangan untuk pelancong dari semua negara lain, tahun lalu.
Pihaknya baru-baru ini mencabut aturan yang mewajibkan orang memakai masker di sebagian besar ruang dalam ruangan, mengakhiri salah satu pembatasan pandemi besar terakhir negara itu saat jumlah kasus Covid-19 berkurang.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler



