Jumat, 15 Mei 2026

Serangan Baru Rusia di Timur Ukraina, Apa Spekulasinya

Penulis : Grace El Dora
13 Feb 2023 | 17:09 WIB
BAGIKAN
Asap hitam mengepul setelah penembakan di Bakhmut, Ukraina pada 3 Februari 2023 di tengah serangan Rusia ke Ukraina. (FOTO: YASUYOSHI CHIBA / AFP)
Asap hitam mengepul setelah penembakan di Bakhmut, Ukraina pada 3 Februari 2023 di tengah serangan Rusia ke Ukraina. (FOTO: YASUYOSHI CHIBA / AFP)

KYIV, investor.id – Serangan Rusia yang terbaru di timur Ukraina sedang berlangsung. Itu dimulai minggu lalu, dengan dorongan baru oleh pasukan Rusia di pinggiran Bakhmut di Donbas, Ukraina. Gelombang serangan baru juga ditujukan terhadap infrastruktur Ukraina di Kharkiv dan Zaporizhzhia.

Selama akhir pekan, pasukan Rusia menembaki kota-kota Ukraina seperti Nikopol, kota di wilayah Dnipropetrovsk tenggara di mana satu orang dilaporkan tewas.

Pejabat Ukraina telah mengharapkan serangan baru pada hari-hari menjelang peringatan pertama serangan Rusia ke negara itu pada 24 Februari 2023, mengingat kegemaran akan simbolisme dan peringatan militer di Rusia.

Cakupan rencana Rusia masih belum pasti, tetapi apa pun yang terjadi, itu datang pada saat yang sulit bagi Ukraina.

ADVERTISEMENT

Pasukan Ukraina telah bertempur dalam perang sengit di Donetsk, Ukraina timur. Sementara sekutu internasional negara itu telah memberikan senjata bernilai miliaran dolar sejak perang dimulai, tahap terbaru tidak akan tiba selama beberapa bulan. Ini berpotensi menunda kemampuan Ukraina untuk melancarkan serangan balasan.

Namun, para pejabat Ukraina ingin menekankan pihaknya siap untuk apa pun yang akan datang. Terlepas dari perkiraan bahwa Rusia memiliki keunggulan dalam hal tenaga kerja, setelah memobilisasi ratusan ribu orang dalam beberapa bulan terakhir.

“Rusia membutuhkan sesuatu untuk ditunjukkan (untuk perang). Selama enam bulan terakhir, satu-satunya hal yang dapat mereka kendalikan adalah reruntuhan Soledar, yang merupakan sebuah desa,” kata penasihat Kementerian Pertahanan Ukraina Yuriy Sak, dilansir Senin (13/2).

Serangan Baru Rusia di Timur Ukraina, Apa Spekulasinya
Tentara Ukraina membuat parit di dekat Bakhmut, Ukraina pada 1 Februari 2023, saat mereka mempersiapkan serangan Rusia di daerah tersebut. (Foto: Yasuyoshi Chiba / AFP / Getty Images)

Dia memperkirakan Rusia mencoba mendapatkan kendali penuh atas wilayah Donetsk dan Luhansk.

“Kami sudah melihat mereka (Rusia) mengumpulkan dan membangun kehadiran militer mereka di bagian garis depan, dekat Bakhmut dan tempat-tempat seperti Kreminna ... ada tanda-tanda mereka sedang mempersiapkan sesuatu,” katanya. Ia menambahkan, militer Ukraina akan melakukan segala sesuatu yang mungkin dan tidak mungkin, untuk memastikan Rusia tidak mencapai tujuannya.

Bagaimanapun, pihak Ukraina belum melihat jenis pembangunan militer seperti kendaraan lapis baja, tank, dan infanteri yang menunjukkan serangan intensitas tinggi akan segera terjadi, tambahnya.

Mantan menteri pertahanan Ukraina Andriy Zagorodnyuk mengatakan ada antisipasi di Ukraina tentang potensi serangan, tetapi bukan rasa takut.

“Kami tidak terlalu terintimidasi oleh ini. Tentu saja, orang-orang memikirkan dan membicarakannya, dan mereka khawatir ... tetapi orang-orang hanya mengerti kita memiliki masa-masa sulit di masa depan dan tidak seperti bulan-bulan lainnya yang mudah,” kata Zagorodnyuk.

Dia memperkirakan serangan akan dipusatkan di Donetsk dan Luhansk di timur, Zaporizhzhia di selatan, dan Kharkiv di timur laut.

“Pada dasarnya akan ada banyak artileri yang terlibat,” katanya.

“Jadi sangat mirip dengan apa yang telah kita lihat selama perang ini di daerah di mana mereka melakukan serangan (sebelumnya). Pada dasarnya itu adalah artileri, tank, kendaraan lapis baja, pergerakan pasukan. Pada dasarnya perang manuver standar dengan cara Rusia ... Apa yang akan kita lihat berbeda dari sekarang hanyalah jumlah orang dan jumlah peralatan,” jelasnya.

Tujuan

Analis pertahanan Barat setuju pemerintah Rusia tidak mungkin menyimpang dari tujuan utama dalam perang. Yakni untuk sepenuhnya menduduki wilayah Ukraina yang membentang dari timur ke pantai selatan (pada dasarnya Luhansk, Donetsk, Zaporizhzhia, dan Kherson) yang diklaim telah dianeksasi pada September 2022.

Pemerintah Rusia diperkirakan akan fokus untuk menciptakan koridor darat ke Krimea, semenanjung Ukraina yang dianeksasi pada 2014.

“Tujuan utamanya adalah untuk sepenuhnya menduduki wilayah empat provinsi yang dianeksasi oleh Rusia dengan gembar-gembor besar tahun lalu,” kata Jamie Shea, mantan pejabat aliansi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) dan ahli pertahanan dan keamanan internasional di lembaga pemikir Chatham House.

Serangan Baru Rusia di Timur Ukraina, Apa Spekulasinya
Tentara Ukraina berjalan di jalan menuju markas mereka di dekat garis depan wilayah Donetsk, Ukraina pada 4 Februari 2023, di tengah serangan Rusia ke Ukraina. (FOTO: YASUYOSHI CHIBA / AFP)

“Rusia mengendalikan sekitar 50% dari wilayah keempat provinsi itu dengan sangat jelas. Itu harus menjadi tujuan karena apa pun yang kurang dari itu, mencaplok mereka dan tidak sepenuhnya mengendalikan mereka, akan menjadi penghinaan bagi (Presiden Rusia Vladimir Putin),” tuturnya.

Shea, yang menjadi wakil asisten sekretaris jenderal untuk tantangan keamanan yang muncul di NATO hingga 2018, mengatakan dirinya tidak mengharapkan ledakan besar untuk memulai serangan terbaru Rusia.

Sebaliknya, dia memperkirakan Rusia akan menggiling kemajuan yang lambat. Ini menjadi sebuah taktik yang telah diterapkan di Donbas dalam beberapa bulan terakhir, yang telah membuat pasukan Rusia membuat kemajuan kecil tapi stabil, meskipun dengan mengorbankan banyak korban.

“Rusia akan memastikan mereka memiliki keunggulan luar biasa, maju beberapa kilometer, merebut desa, dan terus maju selangkah demi selangkah,” ujar Shea.

Strategi ini, katanya, bermanfaat bagi Rusia untuk “menghancurkan orang Ukraina”. Selain itu, pemerintah Rusia tahu peralatan yang dijanjikan oleh sekutu Ukraina tidak akan muncul hingga musim panas tahun ini.

Oleksandr Musiyenko, ahli militer dan kepala Pusat Studi Militer dan Hukum di Kyiv, mengatakan bahwa meskipun ada bahaya dalam jumlah pasukan yang dimiliki Rusia, militer negara itu telah menghabiskan stok artileri berat dan tanknya.

“Mereka akan memobilisasi semua yang ada di Rusia, mereka akan mencoba mengambil tank yang lebih tua, bahkan dengan model dan sistem artileri yang lebih tua, dan mereka akan mencoba menggunakannya,” tutur Musiyenko.

“Jadi ya, kami terganggu tentang ini. Ya, kita bisa melihat bahayanya dalam hal ini. Tetapi kami juga dapat melihat pasukan militer Ukraina, dengan dukungan mitra kami, telah membuat kemajuan besar dalam setahun terakhir,” katanya.

Serangan Baru Rusia di Timur Ukraina, Apa Spekulasinya
Warga negara Rusia yang direkrut sebagai bagian dari mobilisasi parsial menghadiri pelatihan tempur di tempat pelatihan Republik Rakyat Donetsk (DPR) yang diproklamirkan sendiri saat perang Rusia-Ukraina berlanjut di Donetsk, Ukraina pada 5 Oktober 2022. (Foto: Anadolu Agency / Getty Images)

Mantan Menteri Pertahanan Zagorodnyuk menambahkan kelemahan inti Rusia terletak pada kurangnya perhatian yang ditunjukkan tentaranya.

“Mereka memiliki banyak peralatan, mereka memiliki banyak senjata, mereka memiliki banyak orang dan uang ... Kelemahannya adalah bahwa ini masih Rusia ... pada dasarnya masih merupakan tentara Soviet yang lebih baik,” tukas Zagorodnyuk, ketua Pusat Strategi Pertahanan yang berbasis di Kyiv.

“Tetapi karena mereka tidak menghargai kehidupan, mereka tidak menghabiskan banyak waktu untuk menciptakan kemampuan yang berkualitas. Jadi intinya, ini adalah kekuatan berkualitas rendah, bahkan jika jumlahnya lebih besar,” lanjutnya.

Selama akhir pekan lalu, para pejabat Ukraina dilaporkan menyatakan Rusia sudah mengalami kesulitan untuk melakukan serangan yang sangat dinanti-nantikan.

“Mereka telah memulai ofensif mereka, mereka hanya tidak mengatakan mereka telah melakukannya, dan pasukan kami memukul mundurnya dengan sangat kuat,” ungkap sekretaris Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional Ukraina Oleksiy Danilov kepada televisi Ukraina pada Sabtu (11/2), menurut terjemahan AP.

“Serangan yang mereka rencanakan sudah berlangsung secara bertahap. Tapi (itu) bukan ofensif yang mereka andalkan,” tandasnya.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 3 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 4 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia