Jumat, 15 Mei 2026

Inflasi AS Capai 6,4%, di Atas Ekspektasi

Penulis : Grace El Dora
14 Feb 2023 | 21:24 WIB
BAGIKAN
Pelanggan sedang berbelanja di toko bahan makanan di Chicago, Illinois, Amerika Serikat (AS) pada 13 Oktober 2022. (Foto: SCOTT OLSON / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)
Pelanggan sedang berbelanja di toko bahan makanan di Chicago, Illinois, Amerika Serikat (AS) pada 13 Oktober 2022. (Foto: SCOTT OLSON / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)

WASHINGTON, investor.id – Inflasi Amerika Serikat (AS) pada Januari 2023 mencapai 6,4% secara tahunan, di atas ekspektasi karena lebih tinggi dari yang diharapkan sebesar 6,2%. Kenaikan harga tempat tinggal, gas, dan bahan bakar berdampak pada konsumen, menurut laporan Departemen Tenaga Kerja AS yang dirilis Selasa (14/2/2023).

Indeks harga konsumen (CPI) AS naik 0,5% secara bulanan pada Januari 2023. Ekonom yang disurvei oleh Dow Jones sebelumnya memperkirakan kenaikan 0,4%. Adapun CPI inti meningkat 0,4% setiap bulan dan 5,6% dari tahun lalu dibandingkan perkiraan masing-masing yang sebesar 0,3% dan 5,5%.

Sementara itu, pasar bergejolak setelah rilis data inflasi tersebut, dengan Dow Jones berjangka stagnan.

ADVERTISEMENT

Peningkatan biaya tempat tinggal menyumbang sekitar setengah dari kenaikan bulanan, kata Biro Statistik Tenaga Kerja (BLS) AS dalam laporan tersebut. Komponen menyumbang lebih dari sepertiga indeks dan naik 0,7% pada bulan tersebut dan naik 7,9% dari tahun lalu. CPI telah naik 0,1% pada Desember 2022.

Biaya energi juga merupakan kontributor yang signifikan, masing-masing naik 2% dan 8,7%, sementara biaya makanan naik masing-masing 0,5% dan 10,1%.

Kenaikan harga berarti hilangnya gaji riil bagi para pekerja. Penghasilan per jam rata-rata turun 0,2% untuk bulan itu dan turun 1,8% dari tahun lalu, menurut laporan BLS secara terpisah.

Kenaikan harga sebetulnya telah mereda dalam beberapa bulan terakhir. Data Januari menunjukkan ekonomi AS yang terancam tergelincir ke dalam resesi tahun ini.

Itu terjadi meskipun upaya Federal Reserve (Fed) untuk mengatasi masalah tersebut. Bank sentral AS telah menaikkan suku bunga acuan delapan kali sejak Maret 2022, karena inflasi naik ke level tertinggi dalam 41 tahun terakhir.

Dalam beberapa hari terakhir, Ketua Fed Jerome Powell telah berbicara tentang kekuatan “disinflasi” yang sedang dimainkan, tetapi angka Januari 2023 menunjukkan bank sentral mungkin masih memiliki pekerjaan yang harus dilakukan.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 38 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia