Kamis, 14 Mei 2026

Menlu RI Khusus Meminta Tiongkok Mengatasi Berbagai Hambatan Dagang

Penulis : Happy Amanda Amalia
23 Feb 2023 | 14:15 WIB
BAGIKAN
Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi dan Menlu Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Qin Gang  saat menggelar press briefing bersama usai pertemuan "Joint Commission for Bilateral Cooperation (JCBC) RI-RRT ke-4" di Jakarta, pada 22 Februari 2023. (Foto: Kemlu RI)
Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi dan Menlu Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Qin Gang saat menggelar press briefing bersama usai pertemuan "Joint Commission for Bilateral Cooperation (JCBC) RI-RRT ke-4" di Jakarta, pada 22 Februari 2023. (Foto: Kemlu RI)

JAKARTA, investor.id – Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi menyampaikan permintaan khusus kepada Menlu Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Qin Gang, yang melawat ke Indonesia pada Selasa (22/02/2023), untuk dapat mengatasi berbagai hambatan dagang. Apalagi Indonesia dan Tiongkok telah memiliki Kemitraan Strategis Komprehensif selama 10 tahun.

Dalam press briefing bersama usai pertemuan “Joint Commission for Bilateral Cooperation (JCBC) RI-RRT ke-4” di Jakarta, Retno juga mengatakan pertemuan tersebut berlangsung secara sangat terbuka dan bersahabat, sejak pertemuan JCBC terakhir dilakukan di Beijing pada 2018.

Pertemuan JCBC dimanfaatkan oleh Retno untuk menekankan beberapa isu penting terkait Indonesia, yakni pertama pentingnya penguatan kerja sama perdagangan, mengingat Tiongkok adalah mitra dagang terbesar Indonesia.

“Yang patut disyukuri adalah bahwa perdagangan dua negara sudah semakin seimbang. Dalam pertemuan, secara khusus saya sampaikan permintaan agar berbagai hambatan dagang dapat diatasi. Isu penting kedua adalah penguatan kerja sama investasi karena tahun lalu RRT menjadi investor kedua terbesar di Indonesia dan di kuartal terakhir tahun lalu, RRT bahkan menjadi investor nomor satu Indonesia,” ujarnya.

ADVERTISEMENT
Menlu RI Khusus Meminta Tiongkok Mengatasi Berbagai Hambatan Dagang
Menlu Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Qin Gang. (Foto: Kemlu RI)

Sebagai informasi, perdagangan Indonesia dengan Tiongkok pada 2022 mencatatkan rekor baru senilai US$ 133,65 juta, dengan defisit perdagangan yang berkurang secara signifikan di pihak Indonesia. Pada periode yang sama, investasi Tiongkok tercatat sebagai investor asing kedua terbesar di Indonesia.

Ditambahkan oleh Retno bahwa isu terkait pemanfaatan tenaga kerja Indonesia, perlindungan lingkungan dan penguatan investasi hijau yang berkualitas pun telah disampaikan dalam pertemuan JCBC.

“Indonesia akan terus perbaiki iklim investasi dengan mempertimbangkan kepentingan rakyat Indonesia. Berbagai kerja sama infrastruktur juga kita bahas dalam pertemuan,” katanya.

Untuk isu ketiga, lanjut Retno adalah membahas soal kerja sama kesehatan. Seperti diketahui Indonesia dan RRT telah melakukan kerja sama yang sangat baik dalam menghadapi pandemi Covid-19 dan pandemi telah memberikan pelajaran mengenai pentingnya setiap negara memperkuat infrastruktur kesehatan, termasuk industri farmasinya.

“Indonesia melihat pentingnya penguatan kerja sama, antara lain implementasi kerja sama penelitian dan pengembangan vaksin dan genomika, penguatan kapasitas produksi bahan baku obat (BBO) dan implementasi komitmen kerja sama sister hospital serta pembangunan herbal center di Indonesia. Sedangkan pada isu keempat, Indonesia menekankan kerja sama connectivity and people-to-people contacts. Pada pascapandemi, satu hal yang penting untuk segera dibenahi adalah masalah konektivitas, karena dengan konektivitas yang baik maka hubungan ekonomi dan hubungan antar masyarakat akan cepat pulih. Oleh karena itu, Indonesia mendorong pemulihan konektivitas antara Indonesia-RRT, dan Indonesia menyambut baik mulai kembalinya wisatawan RRT ke Indonesia,” demikian penjelasan Retno.

Menlu RI Khusus Meminta Tiongkok Mengatasi Berbagai Hambatan Dagang
Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi (kanan) menyambut Menlu Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Qin Gang (kiri) yang melakukan lawatan ke Indonesia pada 22 Februari 2023. (Foto: Kemlu RI)

Isu Kawasan

Selain isu bilateral, dalam pertemuan bilateral juga dibahas berbagai isu kawasan dan dunia yang menjadi prioritas bersama. Hal ini sejalan dengan pesan yang disampaikan Presiden RI Joko Widodo saat menerima kunjungan kehormatan Menlu Qin bahwa kedua negara dapat terus memperkuat kerja sama yang saling menguntungkan, terutama di bidang ekonomi dan upaya menciptakan perdamaian dan stabilitas kawasan.

“Saya sampaikan kepada Menlu Qin mengenai pentingnya implementasi 'Asean Outlook on the Indo-Pacific' (AOIP) bagi Asean. Saya ulangi kembali beberapa elemen penting dari Outlook, antara lain menekankan pentingnya inklusifitas dan menekankan pentingnya kerja sama konkret yang saling menguntungkan. Dalam konteks implementasi AOIP inilah, saya ulangi, dalam konteks implementasi AOIP, maka Indonesia akan mengadakan Asean Indo-Pacific Forum di mana akan diisi dengan pembahasan mengenai penguatan kerja sama infrastruktur dan 'Investment Summit'. Indonesia akan sangat menghargai partisipasi RRT dalam implementasi AOIP,” ungkap Retno.

Menlu RI Khusus Meminta Tiongkok Mengatasi Berbagai Hambatan Dagang
Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi dan Menlu Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Qin Gang saat menggelar press briefing bersama usai pertemuan "Joint Commission for Bilateral Cooperation (JCBC) RI-RRT ke-4" di Jakarta, pada 22 Februari 2023. (Foto: Kemlu RI)

Ditambahkan oleh Retno bahwa Indonesia juga ingin melihat kawasan Laut Tiongkok Selatan sebagai laut yang damai dan stabil. Oleh karenanya, penghormatan terhadap hukum internasional, terutama UNCLOS 1982, menjadi kunci.

“Setelah sempat tertunda karena pandemi, negosiasi Code of Conduct (CoC) akan kembali dilakukan dan diintensifkan secara in-person. Indonesia dan Asean ingin menghasilkan sebuah CoC yang efektif, substantive dan actionable,” tuturnya.

Menanggapi hal itu, Menlu Qin mengatakan Tiongkok siap bekerja sama dengan Indonesia dan Asean guna mempercepat negosiasi CoC di Laut Tiongkok Selatan. Tiongkok dan Indonesia juga bakal bekerja sama dengan negara-negara Asean lainnya untuk menerapkan CoC, mempercepat negosiasi CoC, bersama-sama menjaga perdamaian dan stabilitas di Laut Tiongkok Selatan,” kata dia.

Editor: Happy Amanda Amalia

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 7 menit yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 16 menit yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 33 menit yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 1 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia