Setahun Perang di Ukraina, UE Setujui Sanksi Baru Rusia
BRUSSEL, investor.id – Komisi Uni Eropa (UE) menyetujui babak baru sanksi atas perang Rusia di Ukraina pada Jumat (24/2), peringatan satu tahun serangan Rusia, kata kepresidenan Swedia dari blok tersebut.
Paket sanksi tersebut adalah yang ke-10 diberlakukan UE sejak serangan Rusia pada 24 Februari 2022. “(Sanksi) menargetkan tindakan terbatas terhadap individu dan entitas yang mendukung perang, menyebarkan propaganda, atau mengirimkan (pesawat nirawak) drone yang digunakan oleh Rusia dalam perang,” katanya, Jumat.
Persetujuan akhir sanksi diharapkan bisa diterapkan Sabtu (25/2) pagi, jika tidak ada negara UE yang mengajukan keberatan terakhir.
Rincian individu dan entitas yang terdaftar kemudian akan diterbitkan dalam lembaran resmi UE.
Seorang diplomat UE mengatakan kepada AFP, sebanyak 120 individu dan entitas, serta tiga bank Rusia lainnya, telah didaftarkan.
Langkah-langkah UE menggemakan sanksi yang diumumkan Jumat pagi oleh pemerintah Amerika Serikat (AS) dan Inggris. Ini muncul setelah pernyataan kelompok G7 yang memberi peringatan soal sanksi bagi negara mana pun yang bersekongkol dengan Rusia dalam perangnya.
Diplomat UE lainnya mengatakan kesepakatan tentang sanksi “tidak ada kompromi” terhadap usulan yang diajukan kepada anggota negara-negara oleh Komisi Eropa.
Paket yang diusulkan itu berjanji akan memotong barang-barang industri senilai 11 miliar euro (US$ 12 miliar) ke Rusia dan menargetkan produsen drone di Iran, yang pesawat tak berawaknya berisi ledakan hulu yang digunakan Rusia untuk menyerang sasaran Ukraina.
Ketua komisi Ursula von der Leyen mengatakan barang-barang yang dikenakan sanksi untuk Rusia mencakup komponen elektronik dan mesin yang dapat digunakan dalam drone Rusia, rudal, helikopter, dan sistem senjata lainnya.
Von der Leyen mengatakan tujuh entitas Iran yang menyediakan produk penggunaan ganda ke Rusia juga termasuk dalam usulan sanksi komisi.
Komisi Eropa telah menerapkan sembilan gelombang sanksi yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap Rusia. Pihaknya memukul ekspor utama Rusia seperti minyak, dalam upaya memotong perang Presiden Rusia Vladimir Putin.
Beberapa diplomat UE mengatakan keluhan dari pemerintah Polandia telah memperlambat kesepakatan mengenai sanksi terbaru, karena Polandia secara finansial tidak cukup.
PM Polandia Mateusz Morawiecki pada kunjungan ke Kyiv, Ukraina mengatakan sebelum kesepakatan sanksi UE diumumkan, bahwa usulan dari Komisi Eropa “terlalu lunak, terlalu lemah”.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler



