Jumat, 15 Mei 2026

11 Bank Besar AS Konsorsium Penyelamatan First Republic Bank US$ 30 Miliar

Penulis : Grace El Dora
17 Mar 2023 | 12:11 WIB
BAGIKAN
First Republic Bank ditampilkan di monitor di lantai New York Stock Exchange (NYSE) pada 16 Maret 2023 di New York City, Amerika Serikat. (Foto: Spencer Platt/Getty Images/AFP)
First Republic Bank ditampilkan di monitor di lantai New York Stock Exchange (NYSE) pada 16 Maret 2023 di New York City, Amerika Serikat. (Foto: Spencer Platt/Getty Images/AFP)

WASHINGTON, investor.id – Bank-bank besar Amerika Serikat (AS) membentuk konsorsium penyelamatan First Republic Bank, dengan menyuntikkan US$ 30 miliar deposito. Sebanyak 11 bank besar terjun untuk menyelamatkan bank pemberi pinjaman yang terjebak dalam krisis meluas, dipicu oleh runtuhnya dua pemberi pinjaman ukuran menengah lainnya di AS selama seminggu terakhir.

Saham perbankan secara global telah terpukul sejak Silicon Valley Bank (SVB) runtuh pekan lalu, karena kerugian terkait obligasi yang menumpuk ketika suku bunga melonjak tahun lalu. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan tentang apa lagi yang mungkin mengintai di sistem perbankan yang lebih luas.

Dalam beberapa hari, gejolak pasar juga telah menjerat bank Credit Suisse. Kondisi memaksa pemberi pinjaman itu untuk meminjam hingga US$ 54 miliar dari bank sentral Swiss alias Swiss National Bank (SNB) untuk menopang likuiditas.

ADVERTISEMENT

Pada Kamis (16/3), sorotan kembali ke AS ketika konsorsium bank besar memimpin upaya untuk menopang dukungan untuk First Republic, pemberi pinjaman regional yang sahamnya anjlok 70% dalam sembilan sesi perdagangan terakhir.

Menurut pernyataan bersama yang dikutip dari Reuters, Bank Amerika, Wells Fargo, Citigroup, dan JPMorgan Chase akan menyumbang masing-masing sekitar US$ 5 miliar.

Sedangkan Goldman Sachs dan Morgan Stanley akan menyetor sekitar US$ 2,5 miliar, kata bank dalam rilis berita. Truis, PNC, Bancorp AS, State Street, dan Bank of New York Mellon masing-masing akan menyetor sekitar US$ 1 miliar.

“Tindakan oleh bank terbesar Amerika ini mencerminkan kepercayaan mereka pada First Republic dan bank dari semua ukuran. Dan itu menunjukkan komitmen keseluruhan mereka untuk membantu bank melayani pelanggan dan komunitas mereka,” kata kelompok itu dalam sebuah pernyataan, dilansir dari CNBC, Jumat (17/3).

Setoran tersebut wajib disimpan di bank setidaknya selama 120 hari, menurut pengumuman dari First Republic. Saham bank regional awalnya jatuh pada Kamis, tetapi berbalik lebih tinggi setelah laporan dari David Faber dari CNBC dan lainnya tentang pengembangan rencana deposit.

Topang Wall Street

Saham First Republic Bank ditutup naik 10% karena berita penyelamatan ini, menopang Wall Street. Tetapi sahamnya turun 18% dalam perdagangan setelah pasar, setelah bank mengatakan akan menangguhkan dividennya.

Harga saham bank itu turun lebih dari 70% sejak 6 Maret 2023.

Berita penyelamatan juga membantu meningkatkan indeks Wall Street. JP Morgan, Morgan Stanley, dan Bank of America semuanya naik lebih dari 1%, sedangkan benchmark S&P 500 Banks Index pulih 2,2%.

Bank-bank kecil juga pulih dari aksi jual baru-baru ini. Fifth Third Bancorp, PNC Financial Services Group, dan KeyCorp masing-masing naik lebih dari 4%.

11 Bank Besar AS Konsorsium Penyelamatan First Republic Bank US$ 30 Miliar
Logo di depan kantor First Republic Bank pada 16 Maret 2023 di Oakland, California, Amerika Serikat. (Foto: Justin Sullivan/Getty Images/AFP)

Ketahanan Sistem Perbankan

Kesepakatan itu dibuat oleh pialang kekuasaan termasuk Menteri Keuangan AS Janet Yellen, Gubernur Federal Reserve (Fed) Jerome Powell, dan CEO JPMorgan Chase Jamie Dimon membahas paket tersebut pada Selasa (14/3), menurut sumber yang mengetahui situasi tersebut.

Regulator AS mengatakan dukungan tersebut sangat disambut baik, karena menunjukkan ketahanan sistem perbankan.

Putaran pembiayaan pada Minggu (12/3) yang digalang melalui JPMorgan telah memberikan akses kepada First Republic ke dana US$ 70 miliar. Tapi itu gagal menenangkan investor karena kekhawatiran akan penularan semakin dalam. Kebangkrutan Signature Bank mengikuti SVB, sementara deposan mulai memindahkan uang tunai ke bank pemberi pinjaman yang lebih besar.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 3 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 4 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia