Fitch: Bank di Asia Tahan Risiko Kegagalan Perbankan AS
WASHINGTON, investor.id – Bank-bank Asia Pasifik “tahan terhadap risiko” yang disorot oleh kegagalan yang terlihat di sektor perbankan Amerika Serikat (AS), kata lembaga pemeringkat internasional Fitch Ratings. Pihaknya menambahkan, eksposur ke Silicon Valley Bank (SVB) dan Signature Bank tidak signifikan untuk bank-bank regional yang dicakup oleh agensi tersebut.
“Eksposur langsung di antara bank-bank dengan peringkat Fitch di APAC terhadap SVB dan Signature yang kami ketahui tidak material untuk profil kredit,” kata Fitch dalam sebuah catatan, dilansir dari AFP, Senin (20/3).
“Kelemahan yang berkontribusi pada kegagalan kedua bank tersebut merupakan salah satu faktor yang telah dipertimbangkan dalam penilaian peringkat kami untuk bank-bank APAC, namun hal ini seringkali diimbangi oleh faktor struktural,” jelas Fitch. Lembaga itu menambahkan eksposur terbesar cenderung ke di India dan Jepang.
Penilaian Fitch pada bank-bank di Asia Pasifik muncul saat Menteri Keuangan (Menkeu) AS Yellen mengatakan tidak semua simpanan yang tidak diasuransikan akan dilindungi dari kegagalan bank di masa depan.
Dukungan Berdaulat
Sementara Fitch melihat risiko volatilitas yang signifikan dalam deposito untuk bank digital di wilayah Asia Pasifik, Fitch mencatat pemerintah di negara-negara Asia Pasifik kemungkinan akan turun tangan untuk mendukung bank mereka bila diperlukan. Kemungkinan pemerintah yang akan membantu memitigasi risiko lebih lanjut.
“Kami yakin risiko kerugian valuasi diimbangi oleh kemungkinan pihak berwenang akan memberikan dukungan likuiditas kepada bank jika diperlukan,” kata agensi tersebut, merujuk pada regulator di Australia dan Jepang sebagai contoh.
Pejabat di wilayah Asia Pasifik menekankan manajemen risiko suku bunga yang kuat,” termasuk di Australia, yang memungut persyaratan minimum untuk risiko suku bunga non perdagangan, kata para analis. Mereka menambahkan bank-bank Jepang telah mengurangi investasi dan durasi sekuritas.
“Pada akhirnya, kelayakan kredit banyak bank dengan peringkat Fitch di APAC sangat dipengaruhi oleh prospek dukungan negara yang luar biasa,” tulis catatan itu.
“Kami umumnya melihat risiko penilaian portofolio sekuritas dapat dikelola untuk bank-bank APAC,” terang Fitch.
Langkah Fed Selanjutnya
Fitch mengatakan bahkan jika Federal Reserve (Fed) membuat perubahan lebih awal dari yang diharapkan pada kebijakan moneternya, seperti memangkas suku bunga acuannya alih-alih kenaikan suku bunga yang diharapkan, bank-bank di wilayah Asia Pasifik masih tidak akan melihat banyak dampak.
Badan tersebut menyoroti Fitch tidak melihat perkembangan terbaru yang mengarah pada perubahan besar kebijakan moneter AS.
“Jika mereka menghasilkan suku bunga AS yang lebih rendah atau penurunan suku bunga AS lebih awal dari yang kami perkirakan, ini dapat menyebabkan kebijakan moneter di beberapa pasar APAC menjadi lebih longgar daripada di bawah garis dasar kami,” katanya.
“Umumnya, kami percaya ini akan menjadi kredit negatif untuk bank-bank APAC, karena efek pada pendapatan bunga bersih akan lebih besar daripada valuasi sekuritas, tetapi itu akan membantu kualitas aset dan kami tidak akan mengharapkan efek yang berarti pada peringkat bank,” jelas analis.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler



