Jumat, 15 Mei 2026

Menkeu AS: Tindakan Darurat untuk Stabilkan Bank Bisa Digunakan Lagi

Penulis : Grace El Dora
24 Mar 2023 | 15:32 WIB
BAGIKAN
Menteri Keuangan AS Janet Yellen. (Sumber: Antara)
Menteri Keuangan AS Janet Yellen. (Sumber: Antara)

WASHINGTON, investor.id – Menteri Keuangan (Menkeu) Amerika Serikat (AS) Janet Yellen mengatakan tindakan darurat federal untuk mendukung nasabah Silicon Valley Bank (SVB) dan Signature Bank dapat digunakan lagi di masa mendatang, jika diperlukan.

“Kami telah menggunakan alat penting untuk bertindak cepat untuk mencegah penularan. Dan itu adalah alat yang bisa kami gunakan lagi,” kata Yellen dalam kesaksian tertulis di hadapan subkomite House Appropriations, dilansir dari CNBC Jumat (24/3).

“Tindakan kuat yang telah kami ambil memastikan simpanan orang Amerika aman. Tentu saja, kami akan siap untuk mengambil tindakan tambahan jika diperlukan,” tambahnya.

ADVERTISEMENT

Kesaksian Yellen muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran pasar atas bank-bank regional kecil dan menengah yang telah mengalami serbuan penarikan setelah runtuhnya SVB, khususnya apakah pemerintah federal siap untuk mendukung bank-bank ini jika terjadi pelarian.

Di Washington Yellen menuai kritik dari anggota parlemen, yang berpendapat keputusan untuk mengasuransikan simpanan di SVB dan Signature merupakan hadiah bagi bank-bank besar yang mengambil risiko berlebihan.

Sementara itu, anggota parlemen mengatakan institusi yang lebih kecil dipaksa untuk menghadapi lonjakan arus keluar deposito, dipicu oleh ketakutan publik terhadap bank besar, tanpa bantuan khusus.

Saham bank regional turun pada perdagangan Rabu (22/3), sebagian karena komentar yang dibuat Yellen pada sidang Senat sore itu. Ia sempat mengatakan Departemen Keuangan tidak mempertimbangkan rencana untuk memastikan semua simpanan bank AS tanpa persetujuan kongres.

Pernyataan Kamis (23/3) tampaknya agak bergeser dari sehari sebelumnya. Yellen kini membuka prospek bahwa Departemen Keuangan masih dapat mengambil tindakan darurat di masa depan, untuk mencegah penularan yang lebih luas dan menjaga stabilitas keuangan skala besar.

Pekan lalu, Yellen mengatakan simpanan yang tidak diasuransikan hanya akan ditanggung jika “kegagalan untuk melindungi deposan yang tidak diasuransikan akan menciptakan risiko sistemik dan konsekuensi ekonomi dan keuangan yang signifikan”.

Di luar pengecualian risiko sistemik daruratnya, cabang eksekutif memiliki sedikit kendali atas asuransi simpanan bank AS, karena batasnya ditetapkan oleh Kongres.

Batas asuransi FDIC saat ini sebesar US$ 250.000 ditetapkan pada 2010 sebagai bagian dari reformasi keuangan Dodd-Frank. Kongres juga dapat menangguhkan sementara batasan tersebut, seperti yang terjadi pada 2020 sebagai bagian dari tanggapan pemerintah terhadap Covid-19.

Namun sejauh ini, hanya segelintir Demokrat yang secara terbuka menyarankan Kongres mempertimbangkan untuk menaikkan batas semua simpanan setelah runtuhnya SVB. Sementara itu, blok Partai Republik (GOP) yang berpengaruh telah menentang kenaikan apa pun.

Kondisi ini membuat sulit membayangkan bagaimana rancangan undang-undang (RUU) untuk menaikkan batas akan melewati DPR yang dikendalikan GOP.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 3 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 4 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia