Jumat, 15 Mei 2026

Emas Anjlok Hampir 2%, Imbas Pernyataan Terbaru The Fed?

Penulis : Mashud Toarik
15 Apr 2023 | 09:43 WIB
BAGIKAN
Emas batangan di pabrik logam mulia sekunder Shchyolkovo. (Foto: ANTARA/REUTERS/TASS/Sergei Fadeichev/aa)
Emas batangan di pabrik logam mulia sekunder Shchyolkovo. (Foto: ANTARA/REUTERS/TASS/Sergei Fadeichev/aa)

CHICAGO, investor.id - Harga emas terpantau turun hampir 2% pada akhir perdagangan Jumat di Amerika Serikat atau Sabtu pagi WIB. Penurunan harga emas ini, menghentikan kenaikan yang terjadi selama tiga hari bertutut-turut. Kendati begitu, emas masih berada di atas level psikologis 2.000 dolar AS.  

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi Comex New York Exchange, tercatat anjlok 39,50 dolar AS atau 1,92% menjadi 2.015,80 dolar AS per ounce, setelah menyentuh level tertinggi sesi di 2.061,60 dolar AS dan terendah sesi di 2.006,00 dolar AS.

Emas berjangka melonjak 30,40 dolar AS atau 1,50% menjadi 2.055,30 dolar AS pada Kamis (13/4), setelah bertambah 5,90 dolar AS atau 0,29% menjadi 2.024,90 dolar AS pada Rabu (12/4), dan terangkat 15,20 dolar AS atau 0,76% menjadi 2.019,00 dolar AS pada Selasa (11/4).

Sebelumnya Gubernur Federal Reserve Christopher Waller, dalam pidatonya Jumat (14/4) mengatakan, dirinya menginginkan lebih banyak pengetatan moneter meskipun ada bukti bahwa inflasi di Amerika Serikat turun dari tertinggi empat dekade. Pernyataan ini sontak membuat dolar AS menguat, lalu menyeret turun harga emas.

ADVERTISEMENT

Menurut dia, kebijakan moneter harus tetap ketat untuk jangka waktu yang cukup lama, dan lebih lama dari yang diantisipasi pasar. Suku bunga yang lebih tinggi menguntungkan dolar, sementara emas yang merupakan aset lindung nilai, tidak memberikan imbal hasil apa-apa.

Menanggapi kondisi ini Ed Moya, analis platform perdagangan daring OANDA, memperkirakan, dalam jangka pendek, emas bisa tetap sangat fluktuatif di kedua arah.

Terlepas dari kemunduran terbaru emas, Moya mengatakan ada cukup alasan bagi investor untuk tetap positif pada aset lindung nilai ini.

"Komentar hawkish Fed meningkatkan risiko bahwa Fed dapat melakukan lebih banyak pengetatan setelah Mei dan suku bunga mungkin perlu tetap lebih tinggi lebih lama," tambahnya. "Agar inflasi dapat ditaklukkan, kita perlu melihat kesulitan ekonomi dan itu akan mendukung kasus bullish untuk emas," ujarnya.

Sementara itu, Presiden Fed Chicago Austan Goolsbee mengatakan dalam sebuah wawancara dengan CNBC pada Jumat (14/4) bahwa resesi AS mungkin terjadi karena kenaikan tajam suku bunga Federal Reserve selama setahun terakhir menyaring sepenuhnya perekonomian. Dia mendesak bank sentral untuk berhati-hati dalam mengambil kebijakan.

Dalam sebuah wawancara dengan Reuters pada Jumat (14/4), Presiden Federal Reserve Atlanta Raphael Bostic mengatakan bahwa satu lagi kenaikan suku bunga seperempat poin persentase dapat memungkinkan Federal Reserve untuk mengakhiri siklus pengetatannya dengan keyakinan bahwa inflasi akan terus kembali ke target bank sentral 2,0 persen.

Data ekonomi yang dirilis Jumat (14/4) beragam. Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa harga impor AS turun 0,6% pada Maret setelah tergelincir 0,2 persen yang direvisi pada Februari, jauh lebih besar dari yang diharapkan. Harga impor AS anjlok 4,6% secara tahun ke tahun.

Departemen Perdagangan AS melaporkan bahwa penjualan ritel AS turun satu persen pada Maret secara bulan ke bulan. Ini lebih curam dari penurunan 0,4% yang diperkirakan, dan di atas penurunan 0,2% yang direvisi pada bulan sebelumnya.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei turun 46,50 sen atau 1,79 persen, menjadi ditutup pada 25,46 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli merosot 11,50 dolar AS atau 1,08%, menjadi menetap pada 1.054,00 dolar AS per ounce.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 3 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 4 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia