Kamis, 14 Mei 2026

Laporan Keuangan AS Jadi Sentimen Utama Wall Street

Penulis : Grace El Dora
20 Apr 2023 | 08:00 WIB
BAGIKAN
Trader bekerja di lantai Bursa Efek New York selama perdagangan pada 4 Januari 2023 di New York City, Amerika Serikat. (Foto: Michael M. Santiago/Getty Images/AFP)
Trader bekerja di lantai Bursa Efek New York selama perdagangan pada 4 Januari 2023 di New York City, Amerika Serikat. (Foto: Michael M. Santiago/Getty Images/AFP)

NEW YORK, investor.id – Investor di Amerika Serikat (AS) kini menilai pendapatan perusahaan terbaru. Wall Street ditutup mixed dengan pergerakan tipis.

Investor mengurai sekumpulan laporan yang dirilis dari perusahaan setelah bel Rabu (Kamis pagi WIB).

Tesla, favorit investor ritel, tergelincir 5% setelah pembuat kendaraan listrik (EV) itu melaporkan laba bersih dan pendapatan GAAP keduanya turun lebih dari 20% dari tahun lalu. Saham IBM naik hampir 2% setelah perusahaan mengatakan margin berkembang.

S&P 500 menyelesaikan sesi Rabu (19/4) sedikit di bawah garis datarnya karena investor mencerna kumpulan pendapatan terbaru, termasuk Netflix dan Morgan Stanley. Keduanya merupakan anggota indeks luas.

ADVERTISEMENT

Meskipun fokus investor sebagian besar beralih ke hasil kuartalan ini, perusahaan pelapor saja belum mendorong pasar yang lebih luas, menurut direktur investasi senior di Manajemen Kekayaan Bank AS William Northey.

“Laporan pendapatan telah beragam sejauh ini, dengan masing-masing saham merespons hasil perusahaan tertentu relatif terhadap ekspektasi daripada arah indeks yang luas,” katanya, Kamis (20/4).

Komposit Nasdaq berakhir sedikit lebih tinggi, sementara Dow ditutup 0,2% lebih rendah.

Investor pada Kamis waktu setempat akan mengamati lebih banyak rilis laporan pendapatan, termasuk rilis sebelum bel dari Alaska Air dan AT&T.

Lebih dari sepersepuluh perusahaan di S&P 500 telah melaporkan pendapatan pada Rabu malam, menurut FactSet.

Di luar pendapatan, investor akan mengawasi data pagi tentang klaim pengangguran dan penjualan rumah yang ada.

Gubernur Federal Reserve (Fed) Christopher Waller, Presiden Fed Atlanta Raphael Bostic, dan Presiden Fed Cleveland Loretta Mester termasuk di antara pembicara bank sentral yang dijadwalkan untuk memberikan sambutan tentang ekonomi di seluruh negara pada sore dan malam hari.

Indeks pada Kecepatan untuk Keuntungan Mingguan

Dengan tiga dari lima sesi perdagangan di minggu ini, tiga indeks utama naik di minggu ini.

S&P 500 mencatat minggu terbaik sejauh ini, naik 0,4%. Komposit Nasdaq diikuti dengan kenaikan 0,3%. Dow, sementara itu, hanya sedikit di atas flat untuk minggu ini.

Saham Berjangka Turun Tipis

Saham berjangka turun sedikit saat perdagangan diperpanjang dimulai.

Kontrak berjangka yang terkait dengan Dow turun 0,1%. S&P 500 berjangka kehilangan 0,2%, sementara Nasdaq 100 berjangka turun 0,2%.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 menit yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 21 menit yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 51 menit yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 1 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia