PDB AS Naik 1,1%, Jadi Tanda Ekonomi Melambat
WASHINGTON, investor.id – Pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) melambat secara signifikan selama tiga bulan pertama tahun ini. Pasalnya, kenaikan suku bunga dan inflasi menahan ekonomi yang sebagian besar diperkirakan akan melambat lebih jauh ke depan.
Produk domestik bruto (PDB), sebagai ukuran dari semua barang dan jasa yang diproduksi untuk periode tersebut, naik pada kecepatan tahunan 1,1% pada kuartal I-2023 menurut laporan Departemen Perdagangan pada Kamis (27/4). Padahal sebelumnya ekonom yang disurvei oleh Dow Jones telah memperkirakan pertumbuhan bisa mencapai 2%.
Tingkat pertumbuhan mengikuti kuartal IV-2022 di mana PDB naik 2,6%, bagian dari tahun yang melihat peningkatan 2,1%.
Laporan tersebut juga menunjukkan indeks harga belanja personal (PCE), ukuran inflasi yang diikuti Federal Reserve (Fed) dengan cermat, meningkat 4,2% atau di atas perkiraan 3,7%. Terlepas dari harga makanan dan energi, PCE inti naik 4,9%, dibandingkan dengan kenaikan sebelumnya sebesar 4,4%.
Saham menguat setelah laporan tersebut sementara imbal hasil (yield) pemerintah Treasury AS melonjak, menurut pantauan CNBC.
“Orang-orang masih berbelanja meskipun harga lebih tinggi, meskipun inflasi lebih tinggi, dan hambatan besar yang kami miliki dari persediaan,” kata ekonom Citigroup Veronica Clark, Kamis.
“Secara keseluruhan, menurut saya ini adalah laporan yang relatif inflasi, meskipun angka PDB utama sedikit lebih rendah. Semua tanda permintaan masih kuat dan harga masih naik sangat terlihat hari ini,” imbuhnya.
Seperti kebanyakan peramal lainnya di Wall Street, Citi memperkirakan ekonomi pada akhirnya akan mengalami resesi, meskipun Clark mengatakan waktunya tidak pasti.
Perlambatan pertumbuhan terjadi karena penurunan investasi inventaris swasta dan perlambatan investasi tetap nonresidensial, kata laporan itu. Perlambatan inventaris mengambil 2,26 poin persentase dari angka utama.
Pengeluaran konsumen yang diukur dengan PCE meningkat 3,7% dan ekspor naik 4,8%. Investasi domestik swasta bruto anjlok 12,5%.
“Ekonomi AS kemungkinan berada pada titik belok karena belanja konsumen telah melemah dalam beberapa bulan terakhir,” kata Jeffrey Roach, kepala ekonom di LPL Financial.
“Sifat terbelakang dari laporan PDB mungkin menyesatkan pasar karena kita tahu konsumen masih berbelanja di Januari. Tetapi sejak Maret telah berkurang, karena konsumen semakin pesimis tentang masa depan,” tuturnya.
Dalam berita ekonomi lainnya, klaim pengangguran mencapai 230.000 untuk pekan yang berakhir 22 April, turun 16.000 dan di bawah estimasi 249.000.
Laporan PDB muncul saat bank sentral berusaha memperlambat ekonomi yang terbebani oleh inflasi yang telah berjalan pada level tertinggi dalam lebih dari 40 tahun.
Baca Juga:
ASEAN Sumbang 3% dari PDB Riil DuniaDalam rezim pengetatan kebijakan yang dimulai pada Maret 2022, bank sentral telah menaikkan suku bunga acuan sebesar 4,75 poin persentase atau 475 basis poin (bps), membawanya ke level tertinggi dalam hampir 16 tahun.
Meskipun inflasi telah mundur dari puncaknya sekitar 9% pada Juni 2022, inflasi tetap jauh di atas sasaran Fed sebesar 2%. Semua pembuat kebijakan mengatakan inflasi masih terlalu tinggi dan akan membutuhkan kenaikan suku bunga.
Pada saat yang sama, pertumbuhan terpukul oleh masalah di sektor perbankan yang kemungkinan akan mempengaruhi perekonomian ke depan.
Kedua masalah tersebut, yakni siklus kenaikan suku bunga Fed dan krisis kredit yang diharapkan di masa depan, diperkirakan akan memiringkan ekonomi ke dalam resesi akhir tahun ini.
Namun, konsumen tetap tangguh dan diharapkan menggunakan kelebihan tabungan dan daya beli untuk membuat kontraksi ekonomi pendek dan dangkal. Pasar pekerjaan yang kuat, dengan tingkat pengangguran sebesar 3,5%, juga diperkirakan akan mendukung pertumbuhan.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






