Jumat, 15 Mei 2026

Indonesia Jadi Salah Satu Tujuan Utama Turis Tiongkok di Hari Buruh

Penulis : Grace El Dora
5 Mei 2023 | 19:39 WIB
BAGIKAN
Wisatawan memenuhi Menara Buddha, bangunan tertinggi di Istana Musim Panas, Beijing, Tiongkok pada hari pertama liburan Hari Buruh Internasional pada 1 Mei 2023. (Foto: ANTARA/M. Irfan Ilmie)
Wisatawan memenuhi Menara Buddha, bangunan tertinggi di Istana Musim Panas, Beijing, Tiongkok pada hari pertama liburan Hari Buruh Internasional pada 1 Mei 2023. (Foto: ANTARA/M. Irfan Ilmie)

BEIJING, investor.id – Indonesia menjadi salah satu dari 10 tujuan utama wisatawan Tiongkok selama musim libur Hari Buruh Internasional di negara itu pada 1-3 Mei lalu.

Agen perjalanan wisata terkemuka Tiongkok Ctrip pada Jumat (5/5) menempatkan Indonesia, selain Thailand, Singapura, dan Malaysia, sebagai negara yang paling banyak diminati wisatawan Tiongkok selama May Day.

Jika ditambah libur akhir pekan, liburan Hari Buruh di Tiongkok menjadi lima hari.

ADVERTISEMENT

Menurut Ctrip, pencarian tiket pesawat ke Indonesia dan beberapa negara ASEAN lainnya selama periode itu meningkat sembilan kali lipat dan pemesanan akomodasi wisata naik 18 kali lipat dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Indonesia menargetkan 258 ribu kunjungan wisatawan Tiongkok sepanjang tahun ini. Untuk merealisasikan target itu, pemerintah RI menerapkan kebijakan visa saat kedatangan (Visa on Arrival/ VoA) yang bisa diakses secara daring sebelum keberangkatan.

Data Minsheng Securities menyebutkan kenaikan pemesanan tiket pesawat ke luar Tiongkok mencapai 120% dan pemesanan hotel di luar negeri sebesar 70%.

Kunjungan wisatawan Tiongkok ke Makau, Uni Emirat Arab, dan Maladewa selama perayaan May Day 2023 juga telah melampaui pencapaian pada 2019 sebelum pandemi Covid-19.

Kedutaan Besar Jerman dan konsulatnya di Tiongkok telah menerima lagi permohonan visa sejak Senin (1/5).

Jerman menjadi negara terakhir yang membuka permohonan visa bagi wisatawan Tiongkok setelah Jepang, Korea Selatan, dan negara-negara Eropa.

Namun, negara-negara itu tidak bisa memanfaatkan momentum limpahan turis Tiongkok selama liburan May Day karena proses penerbitan visa yang memakan waktu.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri China (MFA) mengungkapkan industri pariwisata di negara itu telah meraup 148 miliar yuan (sekitar Rp 314,4 triliun) selama musim liburan May Day atau tumbuh 128,9% dibandingkan periode tahun sebelumnya.

“Dengan berbagai hiruk-pikuk dalam perekonomian Tiongkok, liburan May Day kali ini telah menjadi ‘pekan emas’,” kata juru bicara MFA Mao Ning di Beijing, Kamis (4/5).

Pendapatan sebesar itu berasal dari 274 juta perjalanan wisata domestik yang meningkat sebesar 70,8% dibandingkan tahun lalu.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia