Jumat, 15 Mei 2026

Industri Penerbangan Tiongkok Rugi Besar di 2022

Penulis : Grace El Dora
16 Mei 2023 | 12:33 WIB
BAGIKAN
Para penumpang bersiap menaiki tangga pesawat di Bandar Udara Internasional Ibu Kota Beijing (BCIA) Tiongkok pada pertengahan Februari 2023. (Foto: ANTARA/M. Irfan Ilmie)
Para penumpang bersiap menaiki tangga pesawat di Bandar Udara Internasional Ibu Kota Beijing (BCIA) Tiongkok pada pertengahan Februari 2023. (Foto: ANTARA/M. Irfan Ilmie)

BEIJING, investor.id – Industri penerbangan Tiongkok mengalami kerugian yang sangat besar sepanjang 2022 sebagai dampak dari pandemi COVID-19.

Kerugian yang dialami sejumlah maskapai Tiongkok pada 2022 mencapai angka 217,44 miliar yuan atau sekitar Rp 462,6 triliun, sebagaimana data Badan Penerbangan Sipil Tiongkok (CAAC) di beberapa media setempat, dilansir dari Antara pada Selasa (16/5).

Kerugian tersebut meningkat sebesar 137,46 miliar yuan (Rp 292,4 triliun) dibandingkan dengan 2021. Pendapatan operasional penerbangan Tiongkok pada 2022 berjumlah 336,48 miliar yuan (Rp 715,9 triliun) atau berkurang 20,5% dibandingkan dengan pendapatan tahun sebelumnya.

ADVERTISEMENT

Volume penerbangan domestik pada 2022 turun sebesar 39,5% dan jumlah penumpang domestik juga berkurang 40,9%. Pada 2022 rute penerbangan internasional dari Tiongkok hanya 336, padahal pada 2019 mencapai 953 rute.

Sejak pemerintah Tiongkok menurunkan level protokol kesehatan antipandemi Covid-19, data penerbangan setempat menunjukkan tren peningkatan.

Pada Maret 2023 penerbangan domestik harian rata-rata berjumlah sekitar 11.657 atau tumbuh 133,52% dibandingkan periode yang sama pada 2022, sebagaimana laporan yang dirilis oleh VariFlight, penyedia layanan data penerbangan sipil berbasis di Tiongkok.

Maskapai penerbangan Tiongkok juga beramai-ramai membuka kembali beberapa rute internasional. China Southern Airlines melayani rute Beijing Daxing ke Tokyo Haneda, Jepang sebanyak tiga kali dalam sepekan. Sementara maskapai "pelat merah" Tiongkok itu juga melanjutkan kembali penerbangan Guangzhou-Tokyo Haneda empat kali dalam sepekan.

Maskapai yang bermarkas di Guangzhou, Provinsi Guangdong, itu juga akan terbang dari Beijing Daxing ke London Inggris sebanyak tujuh kali dalam sepekan mulai 7 Juni mendatang.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia