Jumat, 15 Mei 2026

KTT G7 Dimulai di Hiroshima, Tiongkok dan Rusia Jadi Sorotan

Penulis : Grace El Dora
19 Mei 2023 | 14:04 WIB
BAGIKAN
Seorang pria mengendarai sepedanya melewati tanda bunga "G7 Hiroshima" di Peace Memorial Park Hiroshima, Jepang menjelang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Pemimpin G7 pada 17 Mei 2023. (Foto: Philip FONG / AFP)
Seorang pria mengendarai sepedanya melewati tanda bunga "G7 Hiroshima" di Peace Memorial Park Hiroshima, Jepang menjelang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Pemimpin G7 pada 17 Mei 2023. (Foto: Philip FONG / AFP)

HIROSHIMA, investor.id – Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kelompok 7 tahunan secara resmi dimulai Jumat (19/5) di Hiroshima, Jepang. Pemimpin dari tujuh negara demokrasi industri utama yakni Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Inggris, dan Amerika Serikat (AS) akan membahas masa depan hubungan global dan ekonomi dunia.

Saat ini negara-negara di dunia menghadapi sejumlah ketidakpastian, di antaranya meningkatnya ketegangan geopolitik, bank-bank sentral pertempuran melawan kenaikan inflasi dan kebuntuan plafon utang AS.

Sorotan lainnya adalah negara-negara yang diundang untuk pertemuan tersebut, termasuk Australia, Brasil, India, india, Korea Selatan (Korsel), dan Vietnam. Negara-negara dengan peran penting akan dimainkan dalam aliansi regional saat keretakan antara pemerintah AS dan Tiongkok semakin dalam.

ADVERTISEMENT

Para pemimpin akan berkumpul di Hiroshima, sebuah kota di Jepang yang hancur akibat bom atom pertama yang digunakan AS sebagai senjata perang pada 1945, yang menewaskan ratusan ribu warga sipil selama Perang Dunia II.

Hampir delapan dekade kemudian, kota ini minggu ini akan menyambut para pemimpin dunia untuk membahas jalan ke depan untuk perdagangan dan keamanan internasional. Di saat yang sama, pemerintah AS dan Tiongkok berjuang untuk mendapatkan pengaruh di dunia multipolar di tengah kekhawatiran pemisahan mereka di tengah perang Rusia berlanjut di Ukraina.

Kelompok tujuh tersebut, yang lahir untuk membahas kebijakan menghadapi krisis ekonomi 1970-an, bertemu pada saat yang genting di tengah melambatnya pertumbuhan global ketika inflasi meningkat.

Para pemimpin keuangan dan gubernur bank sentral G7 menyelesaikan pertemuan tiga hari di Niigata, Jepang minggu lalu. Mereka berjanji untuk memerangi kenaikan biaya dan memastikan ekspektasi pada pergerakan harga di masa depan tetap “berlabuh dengan baik”.

“Jika Anda berpikir tentang apa yang terjadi dalam politik dunia ... kami semakin khawatir tentang hubungan Amerika Serikat (dengan) Tiongkok yang mengarah ke konflik,” kata direktur Brookings Institute untuk studi kebijakan Asia Timur Mireya Solis dalam siaran podcast baru-baru ini, dilansir dari CNBC.

“Ini adalah negara adidaya dalam masalah nuklir. Dan oleh karena itu, saya pikir Hiroshima merangkum pengingat yang sangat tajam tentang perlunya mengatasi masalah ini dan menghindari hasil yang serupa,” ujar Solis.

Konflik Ukraina dengan Rusia

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky turut hadir dalam KTT tersebut, dijadwalkan untuk bergabung dalam pertemuan tersebut secara virtual.

Sanksi tambahan terhadap Rusia juga diperkirakan akan diumumkan di Hiroshima.

“Akan ada diskusi tentang keadaan sanksi dan langkah-langkah yang akan dilakukan G7 secara kolektif untuk penegakannya,” Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan mengatakan kepada wartawan di pesawat kepresidenan AS Air Force One, Kamis (18/5).

Langkah-langkah tersebut akan fokus untuk memastikan pihaknnya menutup jaringan penghindaran, menutup celah dalam sanksi sehingga dampaknya diperkuat dan diperbesar dalam beberapa bulan mendatang.

“AS akan memiliki paket sanksi yang terkait dengan pernyataan G7 yang akan berpusat pada masalah penegakan hukum ini,” Ungkapnya.

Uni Eropa (UE) juga sedang dalam pembicaraan tentang gelombang sanksi baru demi memotong Rusia dari keuangan dan teknologi. “Untuk menemukan kembali mesin perang mereka,” kata komisaris UE untuk stabilitas keuangan Mairead McGuiness kepada CNBC pada April 2023.

Serangan Rusia ke negara tetangga Ukraina juga dapat dibahas selama KTT trilateral ketika para pemimpin AS, Jepang, dan Korsel bertemu di sela-sela pertemuan G7.

Presiden Korsel Yoon Suk-yeol dihadapkan dengan kritik tajam dari Rusia setelah dia mengisyaratkan dalam wawancara dengan Reuters dirinya mungkin terbuka untuk kemungkinan bantuan militer ke Ukraina.

Ketiga pemimpin diperkirakan akan membahas kerja sama keamanan yang lebih erat, termasuk pencegahan nuklir yang lebih kuat setelah meningkatnya provokasi dari Korea Utara.

Satu Mata di Tiongkok

Di sisi lain, pemerintah Tiongkok juga terlihat memposisikan dirinya sebagai perantara perdamaian karena ketegangan yang sedang berlangsung antara Ukraina dan Rusia menghadirkan “tantangan yang menakutkan” bagi Tiongkok, kata para analis kepada CNBC.

Pertemuan itu terjadi karena pemerintah Tiongkok minggu ini menyampaikan data ekonomi yang mengecewakan meski sebelumnya diharapkan ada pemulihan yang lebih signifikan setelah keluar dari pembatasan Covid-19 yang ketat.

KTT G7 Dimulai di Hiroshima, Tiongkok dan Rusia Jadi Sorotan
Logo Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 Hiroshima tergambar di Hiroshima, Jepang menjelang KTT Pemimpin G7 pada 16 Mei 2023. (Foto: PHILIP FONG/AFP via Getty Images)

Momentum untuk pemulihan Tiongkok terlihat kehabisan tenaga, dengan ekonom seperti Nomura menurunkan perkiraan pertumbuhan ekonomi setahun penuh dari 5,9% menjadi 5,5%.

“Saat kekecewaan muncul, kami melihat meningkatnya risiko pertumbuhan aktivitas yang lebih lambat, meningkatnya pengangguran, disinflasi yang terus-menerus, penurunan suku bunga pasar, dan mata uang yang lebih lemah,” tulis kepala ekonom Tiongkok Nomura, Ting Lu.

Dia mengutip kepercayaan yang lemah di antara konsumen dan investor bisnis di balik penurunan peringkat itu.

Lebih Banyak Ketegangan

Ketegangan geopolitik dengan AS membayangi prospek pertumbuhan Tiongkok serta memicu kekhawatiran atas rantai pasokan global.

Presiden AS Joe Biden juga diperkirakan akan mengumumkan perintah eksekutif untuk mengekang investasi perusahaan AS di Tiongkok.

Menteri Keuangan (Menkeu) AS Janet Yellen mengatakan kepada wartawan pada pertemuan para para menkeu dan gubernur bank sentral G7 bahwa AS sedang melihat langkah-langkah melawan penggunaan “paksaan ekonomi” Tiongkok terhadap negara lain.

Biden mengonfirmasi ia akan bertemu dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping dalam waktu dekat, tetapi tidak dapat memberikan garis waktu yang pasti kapan pertemuan itu akan berlangsung.

“Entah segera atau tidak, tapi kami akan bertemu,” katanya menanggapi pertanyaan tentang rencananya untuk bertemu dengan Xi.

Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan potensi pertemuan harus dicirikan sebagai idealnya secara langsung dan para pejabat secara aktif mengevaluasi apakah itu bisa terjadi sebelum akhir tahun ini.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 3 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 4 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia