Hampir Setengah dari Perusahaan-perusahaan di Inggris Menunda Investasi
LONDON, investor.id – Hampir setengah dari perusahaan-perusahaan Inggris berskala menengah berencana menunda rencana investasi karena kenaikan pajak perusahaan bulan lalu. Demikian temuan dari survei BDO terhadap 512 perusahaan antara 30 Maret dan 16 April, yang diterbitkan pada Senin (22/05/2023).
Menurut laporan, tarif utama pajak perusahaan di Inggris mengalami kenaikan menjadi 25% pada April, dari 19% pada tahun sebelumnya, di bawah pemberlakuan kebijakan yang diumumkan pada Maret 2021.
Rendahnya investasi bisnis, adalah salah satu alasan yang diberikan oleh para ekonom atas lemahnya pertumbuhan produktivitas dan standar hidup di Inggris selama satu dekade terakhir, dan perusahaan-perusahaan mengeluhkan bahwa tarif pajak yang lebih tinggi mengurangi insentif mereka untuk berinvestasi.
Akuntan BDO mengatakan, sebanyak 46% bisnis yang disurvei dengan omset berkisar 10 juta dan 300 juta pound (US$ 12 juta - US$ 379 juta) melaporkan bahwa kenaikan pajak perusahaan akan menunda investasi. Sementara itu, 39% mengatakan bakal memperlambat perekrutan yang berdampak pada hilangnya lapangan pekerjaan.
Baca Juga:
Jokowi Ajak Inggris Tanam Modal di IKNSebagai upaya untuk membatasi dampaknya terhadap investasi, Menteri Keuangan (Menkeu) Inggris Jeremy Hunt telah mengatakan pada Maret bahwa bisnis akan dapat segera mengimbangi investasi di pabrik dan mesin dengan pajak. Kebijakan menkeu ini dikenal sebagai pengeluaran penuh.
“Kenaikan tarif pajak korporasi baru-baru ini akan mengurangi rencana investasi bisnis saat ini, meskipun reaksi positif terhadap rezim tunjangan modal pengeluaran penuh yang baru menunjukkan bahwa hal ini mungkin hanya merupakan dampak jangka pendek,” kata Paul Falvey dari BDO.
Sebagai informasi, beban pajak Inggris secara keseluruhan masih lebih rendah dibandingkan hampir semua negara Eropa lainnya, tetapi telah meningkat secara stabil dalam beberapa tahun terakhir – mencerminkan populasi yang menua dan pertumbuhan ekonomi yang lambat – dan berada di jalur yang tepat untuk mencapai angka tertinggi, sejak Perang Dunia Kedua.
Dalam konferensi tahunan British Chambers of Commerce yang dilaksanakan minggu lalu, Hunt mengatakan kepada para pelaku bisnis bahwa ia ingin mengurangi pajak mereka. Hanya saja, Hunt tidak tahu apakah hal itu akan mungkin terjadi saat pemerintah dijadwalkan untuk menetapkan rencana anggaran menjelang akhir tahun.
Editor: Happy Amanda Amalia
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler

