G7 akan Mengurangi Risiko Daripada Putus Hubungan dari Tiongkok
TOKYO, investor.id – Para pemimpin kelompok negara G7 berjanji untuk mengurangi risiko (de-risking) tanpa memisahkan diri (decoupling) dari Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Menurut para pejabat dan pakar, pendekatan yang disampaikan pada akhir pekan itu mencerminkan kekhawatiran Eropa dan Jepang untuk tidak menekan Tiongkok terlalu keras.
Seperti diberitakan, Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dan para pemimpin G7 lainnya telah mengakhiri kegiatan konferensi tingkat tinggi (KTT) G7 tiga hari di kota Hiroshima, Jepang, pada Minggu (21/05/2023). Dalam pertemuan puncak tersebut, para pemimpin G7 mengincar RRT atas pemaksaan ekonomi, dan mengatakan bakal mengurangi ketergantungan terhadap negara dengan kekuatan ekonomi terbesar kedua di dunia itu dalam segala hal, mulai dari chip hingga mineral.
Sebelumnya telah muncul banyak perbedaan di antara anggota G7 menjelang pertemuan di Hiroshima, di mana AS menyerukan kontrol yang ditargetkan dalam investasi ke Tiongkok. Sementara itu, Jerman, Prancis dan Jepang lebih berhati-hati, mengingat potensi dampaknya terhadap perekonomian mereka.
Perbedaan pandangan itu turut menjadi sorotan tajam setelah Presiden Prancis Emmanuel Macron mengunjungi Beijing bulan lalu, dan menyerukan agar Uni Eropa (UE) mengurangi ketergantungan pada Amerika Serikat.
Terkait bahasa komunike G7 yang diliputi oleh pragmatisme, para pemimpin menyatakan bahwa mereka tidak berusahamenggagalkan kemajuan dan perkembangan ekonomi Tiongkok, dan bahwa setiap negara akan bekerja untuk kepentingan nasionalnya.
“Ada perbedaan di antara negara-negara G7 dalam hal isu-isu, seperti pembatasan investasi AS di Tiongkok. KTT ini masih dapat mengirimkan pesan yang melampaui perbedaan-perbedaan itu,” ujar seorang pejabat pemerintah Jepang, yang dilansir Reuters pada Senin (22/05/2023).
Sedangkan salah seorang pejabat dari kepresidenan Prancis menuturkan bahwa saat pembicaraan berlanjut di antara para anggota G7, bahasa komunike dibuat sedikit lebih seimbang.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler



