Kamis, 14 Mei 2026

Saham Micron AS Jatuh karena Larangan Impor Tiongkok

Penulis : Grace El Dora
23 Mei 2023 | 12:33 WIB
BAGIKAN

HONG KONG, investor.id – Saham Micron Technology asal Amerika Serikat (AS) di tengah berita pemerintah Tiongkok akan membatasi pembelian produk dari pembuat chip memori tersebut

Cyberspace Administration Tiongkok (CAC) melarang operator “infrastruktur informasi penting” untuk membeli produk dari perusahaan setelah produk Micron gagal dalam tinjauan keamanan jaringannya.

Saham Micron Technology tenggelam sekitar 3% pada perdagangan Senin (Selasa pagi WIB).

ADVERTISEMENT

Perusahaan tersebut dituduh menimbulkan “risiko keamanan utama” pada rantai pasokan infrastruktur informasi penting Tiongkok dan memengaruhi keamanan nasional, kata sebuah pernyataan administrasi siber itu.

Berita tersebut mengangkat saham pembuat chip Tiongkok. Saham pembuat chip memori negara itu, Ingenic Semiconductor, melonjak 2,8%. Teknologi Shenzhen Techwinsemi melonjak 6,3%. Toyou Feiji Electronics melonjak 14%. Di Korea Selatan, salah satu pembuat chip memori terbesar di dunia SK Hynix naik 0,9%, mengungguli pasar di dalam negeri.

Hua Hong Semiconductor dan SMIC yang terdaftar di Hong Kong juga naik. Beberapa pembuat chip lain termasuk Qualcomm, Lam Riset, Broadcom, dan Applied Materials masing-masing turun hampir 1%.

Pemerintah Tiongkok memberlakukan pembatasan penjualan pada Micron karena meningkatkan pertempuran teknologi dengan AS.

CAC mengumumkan keputusan tersebut pada Senin (22/5), mengatakan pembuat chip AS telah gagal melewati tinjauan keamanan siber. Berita itu muncul tak lama setelah penutupan KTT Kelompok Tujuh (G7) di Hiroshima, Jepang, di mana para pemimpin negara demokrasi besar berbicara dengan satu suara tentang kekhawatiran mereka yang semakin besar terhadap Tiongkok.

“Tinjauan tersebut menemukan produk Micron memiliki risiko keamanan siber yang relatif serius, menimbulkan risiko keamanan yang signifikan terhadap rantai pasokan infrastruktur informasi penting Tiongkok, dan akan memengaruhi keamanan nasional,” kata regulator negara itu dalam sebuah pernyataan, Senin.

Akibatnya, operator yang terlibat dalam proyek infrastruktur informasi penting dalam negeri harus berhenti membeli produk dari Micron, katanya.

Keputusan regulator Tiongkok tersebut muncul tujuh minggu setelah memulai tinjauan keamanan siber terhadap produk-produk Micron, sebagai pembalasan nyata terhadap sanksi yang dijatuhkan oleh pemerintah AS dan sekutunya pada sektor chip Tiongkok.

Micron adalah salah satu pembuat chip memori terbesar di Amerika. Perusahaan memperoleh lebih dari 10% pendapatannya dari Tiongkok daratan.

Perusahaan mengatakan kepada CNN mereka telah menerima pemberitahuan regulator dan sedang menilai langkah selanjutnya.

“Kami berharap dapat terus terlibat dalam diskusi dengan otoritas Tiongkok,” katanya dalam sebuah pernyataan, Selasa (23/5).

CFO Micron Mark Murphy mengatakan secara terpisah, perusahaan tidak mengetahui masalah keamanan yang dimiliki Tiongkok. Dia membenarkan perusahaan sedang mengevaluasi bagian mana dari penjualannya yang dapat terpengaruh.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 1 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 1 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 1 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia