Kamis, 14 Mei 2026

Mengisolasi Tiongkok Tidak Mungkin dan Berbahaya

Penulis : Grace El Dora
23 Mei 2023 | 16:23 WIB
BAGIKAN
Presiden AS Joe Biden ingin menghilangkan risiko dari Tiongkok. (Foto: Mandel Ngan / AFP / Getty Images)
Presiden AS Joe Biden ingin menghilangkan risiko dari Tiongkok. (Foto: Mandel Ngan / AFP / Getty Images)

WASHINGTON, investor.id – G7 mengeluarkan pesan terkuatnya ke Tiongkok selama akhir pekan lalu. Tetapi seorang analis memperingatkan langkah mengisolasi negara itu tidaklah mungkin dan berbahaya.

Tujuh negara dengan ekonomi terbesar di dunia sepakat pada pertemuan puncak di Hiroshima, Jepang untuk menghilangkan risiko dan mendiversifikasi rantai pasokan mereka dari Tiongkok, di tengah kekhawatiran pemaksaan ekonomi.

Menurut laporan CNBC, kelompok itu menunjukkan ada kesadaran yang berkembang di antara negara-negara Barat bahwa ekonomi mereka sangat bergantung pada Negara Tirai Bambu tersebut. Pandemi virus corona menjelaskan seluk-beluk rantai pasokan kritis, tetapi perang yang sedang berlangsung di Ukraina memperburuk kenyataan ini.

ADVERTISEMENT

Dalam pernyataan bersama setelah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7, pihaknya mengatakan pendekatan kebijakannya tidak dirancang untuk merugikan Tiongkok.

“Dan kami juga tidak berusaha menggagalkan kemajuan dan pembangunan ekonomi Tiongkok. ... Pada saat yang sama, kami menyadari ketahanan ekonomi membutuhkan pengurangan risiko dan diversifikasi,” tulisnya dalam pernyataan bersama, dikutip pada Selasa (23/5).

Setelah pengumuman G7, pemerintah Tiongkok memanggil duta besar Jepang dan memerintahkan perusahaan-perusahaan di dalam negeri untuk berhenti mengimpor dari pembuat chip Amerika Serikat (AS) bernama Micron.

Giuliano Noci, wakil rektor Tiongkok untuk Politecnico di Milano pada Senin (22/5) mengatakan kepada CNBC negara-negara G7 menunjukkan perspektif “kesatuan” melawan Tiongkok.

“(Presiden AS Joe) Biden berbicara dalam hal pengurangan risiko dan bukan dalam hal pemisahan. Pemisahan adalah kata ajaib dari Amerika Serikat sebulan yang lalu, tetapi sangat jelas, mengingat peran yang dimainkan oleh pasar Tiongkok untuk beberapa produk, mengingat tingkat jalinan di antara rantai pasokan, hampir tidak mungkin untuk memisahkan,” kata Noci, Selasa.

Derisking mengacu pada mengurangi beberapa ketergantungan pada Tiongkok, daripada memutuskan hubungan secara total.

“Harus jelas mengisolasi Tiongkok tidak hanya, di satu sisi tidak mungkin, tetapi juga di sisi lain berbahaya,” kata Noci.

Pergeseran dari pemerintahan Biden mungkin menyoroti kesadaran akan membutuhkan banyak upaya dan kesulitan ekonomi untuk memisahkan ekonominya dari negara adidaya kedua di dunia.

Angka dari Biro Sensus Amerika Serikat (USCB) menunjukkan AS mencatat defisit perdagangan barang dengan Tiongkok sekitar US$ 383 miliar pada 2022. Data tahun lalu menunjukkan rekor tertinggi dalam perdagangan antar negara dan merupakan bukti kesulitan memisahkan ekonomi mereka.

Para pemimpin G7 melangkah lebih jauh dalam mengungkapkan keprihatinan mereka tentang situasi di Laut Tiongkok Timur (LTT) dan Laut Tiongkok Selatan (LTS) dan dalam mendukung “tidak ada perubahan” dalam status quo Taiwan.

“Tidak ada dasar hukum untuk klaim maritim ekspansif Tiongkok di LTS, dan kami menentang aktivitas militerisasi Tiongkok di wilayah tersebut,” kata mereka.

Noci berkata mengatakan “kita akan melampaui dunia unipolar” yang menjadikan AS sebagai negara adidaya dan memasuki dunia bipolar atau multipolar.

Perdana Menteri (PM) Inggris Rishi Sunak mengatakan Tiongkok adalah tantangan terbesar dunia untuk keamanan dan kemakmuran. Kedutaan Besar Tiongkok di London menggambarkan ini sebagai “fitnah jahat yang mengabaikan fakta”, menurut Reuters.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 5 menit yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 14 menit yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 31 menit yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 1 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia