Korsel Akan Luncurkan Roket Antariksa dengan 8 Satelit
SEOUL, investor.id – Pemerintah Korea Selatan (Korsel) pada Rabu (24/5) bersiap untuk meluncurkan roket antariksa buatan dalam negerinya, Nuri, dalam misi menempatkan delapan satelit ke orbit.
Roket Nuri seberat 200 ton akan meluncur dari Naro Space Center di desa pesisir selatan negara itu, Goheung, pada sekitar pukul 18:24 waktu setempat, menurut Kementerian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Korsel serta Institut Penelitian Dirgantara Korsel (KARI).
Dalam rapat komite manajemen peluncuran Nuri pada Selasa (23/5) dari Kementerian Iptek Korsel dan KARI menyimpulkan pemeriksaan teknis akhir Nuri berjalan lancar. Prakiraan cuaca juga memenuhi kondisi untuk melakukan peluncuran tersebut.
Peluncuran yang sukses akan memverifikasi kemampuan Korsel dalam mengoperasikan kendaraan antariksa untuk membawa satelit bermuatan ke orbit target.
Kali ini, Nuri, yang juga dikenal sebagai KSLV-II, dimuati delapan satelit praktis yang memiliki misi masing-masing di luar angkasa, sementara satelit tiruan dan satelit verifikasi kinerja untuk menguji kemampuan roket ada di pesawat Nuri pada penerbangan sebelumnya.
Mereka adalah satelit kecil generasi kedua negara itu, NEXTSAT-2, empat satelit mikro yang dikembangkan oleh Institut Ilmu Astronomi dan Antariksa Korea, dengan nama sandi SNIPE, JAC oleh perusahaan teknik Korea Justek Inc., LUMIR-T1 oleh perusahaan antariksa lokal Lumir Inc. dan KSAT3U oleh startup Kairospace Co.
Peluncuran ketiga roket Nuri dapat dilakukan berkat kesuksesan upaya kedua pada Juni tahun lalu.
Setelah Nuri menyelesaikan urutan penerbangannya dan mengirim satelit tiruan ke orbit target sesuai rencana, Korsel akan menjadi negara ketujuh di dunia, setelah Amerika Serikat, Prancis, Tiongkok, Jepang dan India yang mengembangkan kendaraan peluncuran antariksa yang dapat membawa satelit seberat lebih dari 1 ton.
Korsel telah mengamankan teknologi independen utama untuk mengembangkan dan meluncurkan roket antariksa yang membawa satelit lokal, membuka era baru dalam program antariksa negara itu.
Proyek Nuri senilai 2 triliun won (sekitar Rp 22,5 triliun) yang dimulai pada 2010 akan berlanjut hingga 2007, dengan tiga peluncuran roket tambahan.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China
Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya
Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karatDuit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.Tag Terpopuler
Terpopuler






