Pejabat Fed Ragu Kenaikan Suku Bunga Lebih Lanjut
WASHINGTON, investor.id – Pejabat Fed masih ragu tentang kenaikan suku bunga lebih lanjut. Hal itu ditunjukan dalam risalah yang dirilis Rabu (24/5/2023). Dalam risalah tersebut disebutkan bahwa para pejabat Federal Reserve terpecah pada pertemuan terakhir mereka tentang arah kebijakan suku bunga selanjutnya. Sebab, beberapa anggota melihat perlunya kenaikan lebih banyak. Sementara yang lain mengharapkan perlambatan kenaikan untuk menghentikan pengetatan lebih lanjut.
Dikutip dari CNBC internasional, meskipun keputusan untuk menaikkan suku bunga acuan Fed sebesar seperempat poin persentase adalah bulat, ringkasan pertemuan tersebut mencerminkan ketidaksepakatan mengenai langkah selanjutnya, dengan kecenderungan ke arah kebijakan yang kurang agresif.
Pada akhirnya, Federal Open Market Committee (FOMC) memilih menetapkan tarif untuk menghapus frase kunci dari pernyataan pasca-pertemuan yang mengindikasikan ‘penguatan kebijakan tambahan mungkin tepat’.
The Fed sekarang tampaknya bergerak menuju pendekatan yang lebih bergantung pada data di mana banyak sekali faktor yang akan menentukan apakah siklus kenaikan suku bunga berlanjut.
“Peserta umumnya menyatakan ketidakpastian tentang berapa banyak lagi pengetatan kebijakan yang mungkin tepat. Banyak peserta berfokus pada kebutuhan untuk mempertahankan opsionalitas setelah pertemuan ini,” bunyi risalah tersebut.
Pada dasarnya, perdebatan itu bermuara pada dua skenario. Pertama, diadvokasi oleh ‘beberapa’ anggota menilai bahwa kemajuan dalam mengurangi inflasi ‘sangat lambat’ dan akan memerlukan kenaikan lebih lanjut. Kedua, didukung oleh ‘beberapa’ anggota FOMC, melihat perlambatan pertumbuhan ekonomi di mana ‘penguatan kebijakan lebih lanjut setelah pertemuan ini mungkin tidak diperlukan’.
Risalah tidak mengidentifikasi anggota secara perorangan, serta tidak menyebut jumlah ‘beberapa’ atau ‘beberapa’ dengan angka tertentu. Namun, dalam bahasa Fed, ‘beberapa’ dianggap lebih dari ‘beberapa’. Risalah tersebut mencatat bahwa para anggota setuju bahwa inflasi ‘secara substansial meningkat’ dibandingkan dengan tujuan bank sentral.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China
Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya
Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karatDuit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.Tag Terpopuler
Terpopuler



