Jumat, 15 Mei 2026

Pejabat Fed Ragu Kenaikan Suku Bunga Lebih Lanjut

Penulis : Indah Handayani
25 Mei 2023 | 04:00 WIB
BAGIKAN
Gedung Federal Reserve Marriner S. Eccles di Washington, DC, Amerika Serikat. (Foto: Stefani Reynolds / Bloomberg Creative Photos / Getty Images)
Gedung Federal Reserve Marriner S. Eccles di Washington, DC, Amerika Serikat. (Foto: Stefani Reynolds / Bloomberg Creative Photos / Getty Images)

Meski ekspektasi ke depan berbeda, tampaknya ada kesepakatan kuat bahwa jalur di mana Fed telah menaikkan suku bunga 10 kali lipat dengan total lima poin persentase sejak Maret 2022 tidak lagi pasti.

“Mengingat risiko yang menonjol terhadap tujuan Komite sehubungan dengan lapangan kerja yang kuat dan stabilitas harga, para peserta umumnya mencatat pentingnya memantau informasi yang masuk dan implikasinya terhadap prospek ekonomi,” kata risalah itu.

Pejabat FOMC juga menghabiskan beberapa waktu untuk membahas masalah dalam industri perbankan yang menyebabkan banyak lembaga menengah tutup. Risalah mencatat, anggota siap menggunakan alat mereka untuk memastikan sistem keuangan memiliki likuiditas yang cukup untuk memenuhi kebutuhannya.

Pejabat Fed Ragu Kenaikan Suku Bunga Lebih Lanjut
Federal Reserve Bank of San Francisco pada 16 Maret 2023 di San Francisco, California, Amerika Serikat. Federal Reserve sedang mempertimbangkan kembali bagaimana pengawasan bank menyusul jatuhnya Silicon Valley Bank (SVB) satu minggu lalu. (Foto: Justin Sullivan/Getty Images/AFP)
ADVERTISEMENT

Pada pertemuan bulan Maret, para ekonom Fed telah mencatat bahwa kontraksi kredit yang diharapkan dari tekanan perbankan kemungkinan besar akan mendorong ekonomi ke dalam resesi.

Mereka mengulangi pernyataan itu pada pertemuan Mei dan mengatakan kontraksi bisa dimulai pada kuartal keempat. Mereka mencatat bahwa jika keketatan kredit mereda, hal itu akan menjadi risiko terbalik bagi pertumbuhan ekonomi. Risalah tersebut mencatat bahwa skenario untuk dampak yang lebih kecil dari perbankan ‘dipandang hanya sedikit lebih kecil kemungkinannya daripada baseline’.

Risalah juga mencerminkan beberapa diskusi tentang pembicaraan untuk menaikkan pagu utang nasional.

“Banyak peserta menyebutkan bahwa batas utang harus dinaikkan tepat waktu untuk menghindari risiko dislokasi yang sangat merugikan dalam sistem keuangan dan ekonomi yang lebih luas,” kata risalah tersebut.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 15 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 19 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 1 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia