Menkeu Yellen: Potensi Gagal Bayar Utang AS Mundur Jadi 5 Juni
WASHINGTON, investor.id — Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Janet Yellen pada Jumat (26/5/2023) mengatakan, pemerintah AS kemungkinan akan memiliki cadangan yang cukup untuk mendorong potensi gagal bayar utang mundur menjadi 5 Juni.
"Kami sekarang memperkirakan Departemen Keuangan akan memiliki sumber daya yang tidak mencukupi untuk memenuhi kewajiban pemerintah jika Kongres tidak menaikkan atau menangguhkan batas utang pada 5 Juni," tulis Yellen dalam surat kepada Ketua DPR Kevin McCarthy dikutip CNBC internasional, Sabtu (27/5/2023).
Tanggal baru tersebut memberikan ruang bernapas yang sangat dibutuhkan untuk negosiasi antara Gedung Putih dan anggota Kongres dari Partai Republik. Kedua pihak yang tampaknya mendekati kesepakatan kompromi untuk menaikkan plafon utang selama dua tahun pada Jumat (26/5/2023).
Baca Juga:
Marak Sentimen, IHSG Masih KonsolidasiSebelumnya, Yellen memberi tahu Kongres bahwa Amerika Serikat memiliki cukup uang tunai untuk memenuhi kewajibannya hingga ‘awal Juni, dan berpotensi paling cepat 1 Juni’.
Surat tersebut menandai pertama kalinya sejak Yellen mulai mengirimkan pembaruan rutin ke Kongres pada Januari, dengan tidak memperingatkan tanggal dengan frasa seperti ‘sedini mungkin’.
Bahkan, Yellen menjelaskan bahwa Departemen Keuangan akan menghasilkan lebih dari ‘US$ 130 miliar pembayaran terjadwal dalam dua hari pertama bulan Juni’. Serta menyebut departemennya berada dalam kondisi ‘tingkat cadangan yang sangat rendah’.
Baca Juga:
Saham BYAN Jatuh, Low Tuck Kwong Digeser Budi Hartono yang Kembali Jadi Orang Terkaya No 1“Selama minggu pada tanggal 5 Juni, Departemen Keuangan dijadwalkan untuk melakukan pembayaran dan transfer sekitar US$ 92 miliar. Proyeksi cadangan kami tidak akan cukup untuk memenuhi semua kewajiban ini,” sebut Yellen.
Untuk menegaskan betapa rendahnya cadangan Departemen Keuangan AS, Yellen mengatakan badan itu terpaksa menerapkan langkah yang tidak jelas pada hari Kamis untuk memindahkan US$ 2 miliar dari dana pensiun pegawai negeri ke lembaga pinjaman utama pemerintah, Federal Financing Bank.
“Langkah itu diperlukan karena tingkat sumber daya yang tersisa sangat rendah, menuntut saya menghabiskan semua tindakan luar biasa yang tersedia. Demi menghindari tidak dapat memenuhi semua komitmen pemerintah," tulis Yellen.
Pasar ditutup lebih tinggi pada Jumat (26/5/2023), sebagian didukung oleh optimisme bahwa akan ada kesepakatan yang disahkan oleh DPR dan Senat dan ditandatangani oleh presiden pada 1 Juni.
Pembicaraan yang berlarut-larut pada minggu ini dengan klaim samar tentang ‘kemajuan’ oleh mereka yang terlibat, optimisme memudar bahwa kesepakatan akan tercapai pada akhir pertemuan di Jumat (26/5/2023).
Para pejabat mengatakan, Jumat secara luas dipandang sebagai hari terakhir yang memungkinkan untuk mencapai kesepakatan dan masih memiliki cukup waktu untuk menyusunnya menjadi undang-undang, mengesahkannya di DPR dan kemudian mengesahkannya di Senat sebelum ‘X-date’ sebelumnya pada 1 Juni.
Tanggal baru Yellen datang di tengah meningkatnya kekhawatiran di seluruh dunia tentang peringkat kredit AS. Pada hari Rabu, lembaga pemeringkat kredit Fitch mengumumkan telah menempatkan status triple-A AS pada ‘rating watch negative’.
Pada Jumat (26/5/2023), International Monetary Fund dalam penilaian awal tahunan untuk AS, para pejabat menulis bahwa ‘kecerobohan atas plafon utang federal dapat menciptakan risiko sistemik lebih lanjut yang sepenuhnya dapat dihindari baik bagi AS maupun ekonomi global’.
Jika AS secara teknis gagal bayar, bahkan hanya untuk beberapa hari, itu dapat menaikkan suku bunga dan merusak kepercayaan terhadap dolar AS. Ekonom mencatat bahwa rival Amerika, dan khususnya Rusia dan Tiongkok, menyaksikan kebuntuan batas utang saat ini dengan gembira. Karena erosi kepercayaan pada dolar AS akan menguntungkan mereka.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler


