Drama Plafon Utang AS Belum Berakhir, Partai Republik Menentang Kesepakatan
WASHINGTON, investor.id - Drama plafon utang Amerika Serikat (AS) belum berakhir. Sebab, Beberapa anggota parlemen sayap kanan Republik mengatakan pada Senin (29/5/2023), bahwa mereka akan menentang kesepakatan untuk menaikkan plafon utang Amerika Serikat (AS) sebesar US$ 31,4 triliun. Hal itu menjadi tanda perjanjian bipartisan dapat menghadapi jalan berbatu saat di Kongres, sebelum AS kehabisan uang minggu depan.
Dikutip dari Reuters, sesuai diprediksi, oposisi bakal menjadi rintangan yang harus diatasi oleh Presiden Demokrat Joe Biden dan Kevin McCarthy dari Partai Republik untuk melihat Dewan Perwakilan Rakyat yang dikendalikan Republik dan Senat yang dikendalikan Demokrat meloloskan kesepakatan tersebut.
Gubernur Florida Ron DeSantis, calon nominasi presiden dari Partai Republik 2024, mengatakan kesepakatan itu tidak cukup untuk mengubah lintasan fiskal. "Setelah kesepakatan ini, negara kita masih akan menuju kebangkrutan," katanya.
Namun, para pendukung memperkirakan itu akan diloloskan Kongres sebelum AS kehabisan uang untuk membayar tagihannya, yang menurut Departemen Keuangan akan terjadi pada 5 Juni.
"Hal ini benar-benar akan berlalu. Tidak ada pertanyaan tentang itu," kata Perwakilan Republik Dusty Johnson, yang mengatakan dia telah berbicara dengan puluhan sesama anggota parlemen.
Biden mengatakan dia juga menggunakan telepon. "Rasanya baik-baik saja. Kita akan melihat ketika pemungutan suara dimulai," katanya kepada wartawan.
RUU setebal 99 halaman itu akan menangguhkan batas utang hingga 1 Januari 2025, memungkinkan anggota parlemen mengesampingkan masalah yang berisiko secara politik hingga setelah pemilihan presiden November 2024. Itu juga akan membatasi sebagian pengeluaran pemerintah selama dua tahun ke depan.
Ujian pertama yang krusial akan dilakukan pada Selasa (30/5/2023), ketika Komite Aturan DPR AS membahas RUU tersebut, dalam langkah pertama yang diperlukan sebelum pemungutan suara di DPR secara penuh. Meskipun panel biasanya sangat dekat dengan kepemimpinan DPR, McCarthy terpaksa memasukkan beberapa konservatif yang skeptis sebagai harga untuk memenangkan palu pembicara.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China
Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya
Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karatDuit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.Tag Terpopuler
Terpopuler


