Jumat, 15 Mei 2026

Bursa Hong Kong Melonjak 3% Dipimpin Kenaikan Saham Teknologi

Penulis : Grace El Dora
2 Jun 2023 | 10:00 WIB
BAGIKAN
Bayangan orang-orang dalam papan kutipan elektronik yang menampilkan Nikkei Stock Average 225 edisi (atas) saat melintasi jalan di Tokyo, Jepang pada 17 Mei 2023. (Foto: Kazuhiro NOGI / AFP)
Bayangan orang-orang dalam papan kutipan elektronik yang menampilkan Nikkei Stock Average 225 edisi (atas) saat melintasi jalan di Tokyo, Jepang pada 17 Mei 2023. (Foto: Kazuhiro NOGI / AFP)

TOKYO, investor.id – Indeks bursa Hang Seng di Hong Kong mencapai kenaikan 3% secara singkat di jam pertama perdagangannya, memimpin kenaikan di wilayah yang lebih luas.

Sektor teknologi memimpin reli dengan saham-saham seperti Baidu, JD.com, dan Alibaba semuanya naik sekitar 4%.

Di Australia, S&P/ ASX 200 naik 0,64%.

Kospi bertambah 0,69% karena inflasi konsumen Korea Selatan untuk Mei 2023 mendingin ke level terendah 19 bulan, mereda untuk bulan keempat berturut-turut. Nikkei 225 diperdagangkan naik 0,62%.

ADVERTISEMENT

Komposit Shanghai Tiongkok daratan bertambah 0,24% dan Komponen Shenzhen turun 0,67%.

Semalam di Amerika Serikat (AS) ketiga indeks utama naik, dengan S&P 500 dan Nasdaq Composite ditutup pada level tertinggi sejak Agustus 2022. Dow Jones Industrial Average naik 0,47%.

DPR meloloskan rancangan undang-undang (RUU) untuk menaikkan batas utang dan membatasi pengeluaran pemerintah dengan margin yang lebar pada Rabu malam (Kamis pagi WIB). Dengan demikian, RUU itu tersebut resmi dikirim ke Senat hanya beberapa hari sebelum batas waktu gagal bayar (default) utang negara pada Senin (5/6). Pemimpin Mayoritas Senat Chuck Schumer mengatakan majelis akan mengesahkan RUU itu Kamis malam atau Jumat (2/6) pagi WIB.

Investor juga menantikan laporan pekerjaan Mei pada Jumat. Data terbaru menunjukkan pasar tenaga kerja yang kuat meskipun rencana kenaikan suku bunga Federal Reserve (Fed) yang agresif.

Inflasi Korsel di Level Terendah 19 Bulan

Data inflasi Korea Selatan untuk Mei mencapai 3,3% lebih tinggi dari tahun lalu dan sejalan dengan ekspektasi Reuters.

Angka tersebut turun dari angka inflasi April sebesar 3,7%. Secara bulanan, indeks harga konsumen (CPI) naik 0,25%, naik dari 0,2% di bulan sebelumnya.

Angka tersebut juga menandai peningkatan paling lambat sejak Oktober 2021, menurut data Refinitiv. Won Korea terakhir diperdagangkan 1.311,4 melawan dolar.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 34 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 44 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 9 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia