Khamenei Sambut Kesepakatan Nuklir Iran dengan Barat
TEHERAN, investor.id – Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menyambut baik kesepakatan nuklir dengan Barat, selama infrastruktur industri nuklir Iran tak tersentuh.
“Tak ada yang salah dalam kesepakatan (dengan Barat), tetapi infrastruktur industri nuklir kami tidak boleh tersentuh,” kata Khamenei dalam pertemuan dengan pejabat tinggi badan nuklir Iran dan ilmuwan nuklir di sela-sela pameran tentang prestasi nuklir Iran di Teheran, dilansir dari kantor berita Turki Anadolu pada Senin (12/6).
Pernyataan tersebut ia sampaikan di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan negara-negara Barat atas program nuklir dan pengayaan uranium yang signifikan oleh pemerintah Iran.
Pembicaraan yang bertujuan untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir 2015, di mana Amerika Serikat (AS) secara sepihak menarik diri pada Mei 2019 di mana Iran seharusnya membatasi pengayaan uraniumnya hingga 3,67%, masih terhenti sejak Agustus 2022 karena ketidaksepakatan utama antara Iran dan AS.
Khamenei menolak klaim Iran mengembangkan bom nuklir dengan mengatakan pemerintah Iran tidak menginginkannya berdasarkan keyakinan agama mereka.
Dia justru menuduh negara-negara Barat, khususnya AS dan sekutunya di Eropa, serta badan nuklir Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tidak menepati janji.
Khamenei menekankan selama 20 tahun terakhir, pemerintahnya mengerti siapa pihak yang harus dipercaya dan siapa yang tidak.
Lebih lanjut ia mengatakan kerja sama dengan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) harus dilanjutkan dalam kerangka peraturan pengamanan.
Undang-undang parlemen yang menyerukan peningkatan pengayaan uranium pada awal 2021 juga tidak boleh dilanggar, ujarnya. Di bawah undang-undang tersebut, Iran secara bertahap meningkatkan pengayaan uraniumnya, yang kini telah mencapai kemurnian hingga 60%.
Pernyataan Khamenei muncul sehari setelah Kepala Badan Nuklir Iran Mohammad Eslami mengatakan negara itu memperkaya uranium dalam skala yang lebih tinggi untuk memaksa Barat mencabut sanksi.
Dia menepis kekhawatiran atas proliferasi nuklir Iran, dengan mengatakan tujuan utamanya adalah untuk meyakinkan atau memaksa negara-negara Barat untuk mencabut sanksi yang diberlakukan kembali oleh mantan pemerintahan AS setelah keluar dari kesepakatan.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






