Jumat, 15 Mei 2026

Menlu AS dan Tiongkok Akhirnya Bertemu untuk Stabilkan Hubungan Bilateral

Penulis : Grace El Dora
19 Jun 2023 | 11:58 WIB
BAGIKAN
Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS) Antony Blinken (kiri) berjabat tangan dengan Menlu Tiongkok Qin Gang (kanan) di Diaoyutai State Guesthouse di Beijing, Tiongkok pada 18 Juni 2023. (Foto: AP)
Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS) Antony Blinken (kiri) berjabat tangan dengan Menlu Tiongkok Qin Gang (kanan) di Diaoyutai State Guesthouse di Beijing, Tiongkok pada 18 Juni 2023. (Foto: AP)

BEIJING, investor.id – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken akhirnya bertemu dengan mitranya dari Tiongkok di Beijing. Pemerintahan Presiden AS Joe Biden kini berusaha untuk menstabilkan hubungan bilateral setelah ketegangan antara dua ekonomi terbesar dunia.

Upaya diplomat tinggi AS sebelumnya untuk mengunjungi Tiongkok pada Februari 2023 dibatalkan pada menit terakhir, ketika pemerintah AS mengungkapkan dugaan balon mata-mata Tiongkok melayang di atas wilayah Amerika. Kali ini, kedua negara mengadakan serangkaian pertemuan dengan pejabat senior selama dua hari setelah mendarat pada Minggu (18/6) pagi.

Pada Minggu sore Blinken bertemu Menteri Luar Negeri (Menlu) Qin Gang di Wisma Negara Diaoyutai, bekas taman kekaisaran tempat pejabat Tiongkok menjamu pejabat asing.

ADVERTISEMENT

Kedua pria itu berjabat tangan dan berbasa-basi tentang penerbangan Blinken, sebelum duduk dengan delegasi masing-masing di seberang meja satu sama lain. Wartawan diminta untuk meninggalkan ruangan, dilanjutkan dengan pertemuan tertutup.

Pertemuan yang lebih kecil dan kemudian makan malam akan menyusul, menurut seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri yang memberi pengarahan kepada wartawan di Tokyo, Jepang dalam perjalanan ke Tiongkok. Menurut laporan Bloomberg, Blinken mungkin juga mengadakan pertemuan dengan pemimpin Tiongkok Xi Jinping dan menyampaikan pidato di konferensi pers sebelum dia berangkat.

Blinken menjadi pejabat AS paling senior yang mengunjungi Tiongkok dalam lima tahun. Ia melakukan perjalanannya pada saat bilateral AS dengan Tiongkok kacau. Kedua belah pihak berdebat tentang segala hal, mulai dari hak asasi manusia (HAM), teknologi, hingga perdagangan dan penjualan senjata ke Taiwan.

Terlepas dari sifat perjalanan yang penting ini, para pejabat senior AS telah meremehkan ekspektasi Blinken untuk menyelesaikan segala jenis pengaturan ulang yang dramatis dengan Tiongkok atau menyelesaikan salah satu ketidaksepakatan mendasar di antara keduanya.

Menlu AS dan Tiongkok Akhirnya Bertemu untuk Stabilkan Hubungan Bilateral
Foto selebaran dari Chase Doak yang diambil pada 1 Februari 2023 dan dirilis pada 2 Februari menunjukkan balon mata-mata yang dicurigai milik Tiongkok terbang di atas Billings, Montana, Amerika Serikat (AS). (Foto: Chase DOAK / AFP)

Tujuan utama perjalanan Blinken adalah untuk mencoba dan membangun kembali saluran komunikasi tingkat senior dengan rekan-rekan Tiongkok, termasuk di antara militer mereka, untuk mengelola persaingan yang ketat antar negara, kata pejabat senior itu.

Sebelum berangkat dari Washington, Blinken pada Jumat (16/6) mengatakan tujuan utamanya adalah membangun saluran komunikasi yang berdaya, membahas kekhawatiran AS yang jujur tentang kebijakan Tiongkok, hingga mendorong kerja sama dalam masalah global termasuk perubahan iklim dan stabilitas ekonomi makro.

“Kami tidak pergi ke Beijing dengan niat untuk melakukan semacam terobosan atau transformasi dalam cara kami berurusan satu sama lain,” kata asisten menlu AS untuk urusan Asia Timur dan Pasifik Daniel Kritenbrink, sebelum perjalanan.

“Kami datang ke Beijing dengan pendekatan yang realistis, percaya diri, dan keinginan yang tulus untuk mengelola kompetisi kami dengan cara yang paling bertanggung jawab,” tambahnya.

Menlu AS dan Tiongkok Akhirnya Bertemu untuk Stabilkan Hubungan Bilateral
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken dan pejabat lainnya bertemu dengan Menteri Luar Negeri Tiongkok Qin Gang dan rombongannya di Diaoyutai State Guesthouse di Beijing, Tiongkok pada 18 Juni 2023. (Foto: Reuters)

Kunjungan Blinken adalah bagian dari kesibukan baru keterlibatan AS dengan Tiongkok, yang secara bertahap mendapatkan momentum setelah insiden balon menggagalkan upaya Biden dan Xi yang bertemu akhir tahun lalu di Bali, untuk membangun jalur hubungan bilateral yang lebih mantap.

Biden pada Sabtu (17/6) mengatakan dirinya berharap selama beberapa bulan ke depan ia akan bertemu Xi lagi.

Beberapa pertemuan dilakukan secara terbuka, termasuk saat Menteri Perdagangan Tiongkok Wang Wentao berkunjung ke AS. Tapi pertemuan lain telah keluar dari pusat perhatian.

Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih Jake Sullivan baru-baru ini bertemu dengan mitranya untuk pertemuan rahasia di Wina, Austria sementara Direktur CIA Bill Burns melakukan perjalanan rahasia ke Beijing bulan lalu untuk membahas masalah intelijen.

Pada saat yang sama, hubungan AS dan Tiongkok belum berada di jalur yang stabil menuju hubungan yang lebih normal. Kedua belah pihak sangat menyadari keadaan hubungan bilateral dan ada pengakuan dari kedua belah pihak bahwa interaksi tingkat senior diperlukan untuk membantu menstabilkan hubungan, kata pejabat senior Departemen Luar Negeri di Tokyo.

Militer AS dan Tiongkok baru-baru ini mengalami dua konfrontasi berbahaya antara kapal angkatan laut dan jet di Laut Tiongkok Selatan (LTS), yang dicirikan oleh Pentagon sebagai sikap “agresif yang tidak perlu” dan “berbahaya”.

Menteri Pertahanan Tiongkok Li Shangfu juga mendapat sanksi dari pemerintah AS, sehubungan dengan pembelian senjata Rusia. Baru-baru ini ia menolak pertemuan dengan timpalannya dari AS Lloyd Austin, ketika keduanya menghadiri forum pertahanan di Singapura bulan ini.

Sifat bergejolak dari hubungan AS dengan Tiongkok, serta prospek insiden lain yang terkait dengan Taiwan dapat kembali membuat hubungan menjadi kacau, telah mengurangi harapan untuk kunjungan Blinken dan apa yang dapat dicapai oleh diplomat tinggi AS.

“Hasil yang baik akan menjadi pemahaman yang lebih baik tentang kekhawatiran dan garis merah masing-masing pihak serta kemajuan sederhana di bidang minat yang tumpang tindih,” kata Jessica Chen Weiss, dosen studi Tiongkok dan Asia Pasifik di Universitas Cornell.

“Pada akhirnya, orang berharap kedua belah pihak dapat membuat kemajuan dalam beberapa bulan ke depan menuju kerangka kerja prinsip untuk mengelola hubungan AS-Tiongkok, yang didukung oleh tanda-tanda kecil namun kredibel dari kepentingan bersama dalam menstabilkan hubungan,” jelas profesor tersebut.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 9 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 10 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia