Jumat, 15 Mei 2026

Gubernur Fed: Kegagalan Sejumlah Bank Jadi Bukti AS Perlu Tambah Pengawasan

Penulis : Grace El Dora
30 Jun 2023 | 13:27 WIB
BAGIKAN
Gubernur Federal Reserve Jerome Powell mengatakan pengawasan perbankan harus lebih gesit dan jika perlu lebih kuat. (Foto: AFP/Stefani Reynolds)
Gubernur Federal Reserve Jerome Powell mengatakan pengawasan perbankan harus lebih gesit dan jika perlu lebih kuat. (Foto: AFP/Stefani Reynolds)

MADRID, investor.id – Gubernur Federal Reserve (Fed) Jerome Powell mengatakan regulasi yang lebih kuat dan ketangkasan yang lebih besar diperlukan dalam mengawasi sektor perbankan Amerika Serikat (AS), menyusul serangkaian kegagalan profil tinggi awal tahun ini.

“Kita perlu memperkuat regulasi dan pengawasan,” kata Powell dalam konferensi perbankan di Madrid, Spanyol dikutip AFP Jumat (30/6). Ia mengacu pada gejolak yang melanda sektor perbankan pada Maret 2023.

Pada 10 Maret 2023, pemberi pinjaman California Silicon Valley Bank (SVB) runtuh. Kejatuhannya dengan cepat diikuti oleh kegagalan pemberi pinjaman regional AS lainnya. Masalah perbankan berlanjut dengan merger di bawah tekanan oleh Credit Suisse Swiss dengan saingan domestiknya, UBS.

ADVERTISEMENT

“Peristiwa ini menunjukkan perlunya memperkuat pengawasan dan regulasi kami terhadap institusi yang seukuran Silicon Valley Bank,” ujar gubernur berusia 70 tahun itu.

Ketika SVB gagal, jelas sejumlah asumsi standar dari sudut pandang peraturan “salah”, kata Powell. Terutama tentang seperti apa bank run terjadi di zaman modern.

“Dulu bank run terlihat seperti orang-orang yang mengantri di ATM, tetapi yang terjadi di SVB bukan tentang ATM. Ini tentang orang-orang di ponsel mereka ... dapat memindahkan uang dengan sangat cepat,” katanya.

“Jadi larinya jauh lebih cepat dari apapun, dan itu perlu tercermin dalam regulasi dan juga pengawasan kita,” tambahnya.

Pada laporan April 2023 tentang keruntuhan SVB, Fed menyerukan pengawasan perbankan yang lebih besar. Namun pihaknya juga mengakui pengawasnya sendiri telah gagal mengambil tindakan yang cukup kuat, setelah mengidentifikasi masalah di pemberi pinjaman teknologi tinggi itu.

Powell mengatakan meskipun pengawas Fed melihat masalah yang tepat, mereka beroperasi “di bawah pedoman standar di mana Anda meningkatkan hal-hal dengan cukup hati-hati, cukup lambat”. Jadi idenya adalah untuk mengembangkan praktik pengawasan yang lebih gesit dan jika sesuai, lebih kuat.

Bank-bank yang runtuh memiliki dua karakteristik umum. “Manajemen risiko suku bunga yang sangat buruk dan ... model pendanaan yang melibatkan sejumlah besar simpanan yang tidak diasuransikan,” jelas Powell.

“Kami mengawasi banyak institusi dan kami ... bekerja dengan mereka untuk meningkatkan manajemen risiko suku bunga dan model pendanaan mereka,” sambungnya.

Bank run dan kegagalan di 2023 adalah pengingat yang menyakitkan bahwa regulator tidak dapat memprediksi semua tekanan yang pasti akan datang seiring dengan waktu dan kesempatan, tutur Powell. Ia menambahkan, sangat penting untuk tidak berpuas diri tentang ketahanan sistem keuangan.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 8 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia