Gubernur Fed: Kegagalan Sejumlah Bank Jadi Bukti AS Perlu Tambah Pengawasan
MADRID, investor.id – Gubernur Federal Reserve (Fed) Jerome Powell mengatakan regulasi yang lebih kuat dan ketangkasan yang lebih besar diperlukan dalam mengawasi sektor perbankan Amerika Serikat (AS), menyusul serangkaian kegagalan profil tinggi awal tahun ini.
“Kita perlu memperkuat regulasi dan pengawasan,” kata Powell dalam konferensi perbankan di Madrid, Spanyol dikutip AFP Jumat (30/6). Ia mengacu pada gejolak yang melanda sektor perbankan pada Maret 2023.
Pada 10 Maret 2023, pemberi pinjaman California Silicon Valley Bank (SVB) runtuh. Kejatuhannya dengan cepat diikuti oleh kegagalan pemberi pinjaman regional AS lainnya. Masalah perbankan berlanjut dengan merger di bawah tekanan oleh Credit Suisse Swiss dengan saingan domestiknya, UBS.
“Peristiwa ini menunjukkan perlunya memperkuat pengawasan dan regulasi kami terhadap institusi yang seukuran Silicon Valley Bank,” ujar gubernur berusia 70 tahun itu.
Ketika SVB gagal, jelas sejumlah asumsi standar dari sudut pandang peraturan “salah”, kata Powell. Terutama tentang seperti apa bank run terjadi di zaman modern.
“Dulu bank run terlihat seperti orang-orang yang mengantri di ATM, tetapi yang terjadi di SVB bukan tentang ATM. Ini tentang orang-orang di ponsel mereka ... dapat memindahkan uang dengan sangat cepat,” katanya.
“Jadi larinya jauh lebih cepat dari apapun, dan itu perlu tercermin dalam regulasi dan juga pengawasan kita,” tambahnya.
Pada laporan April 2023 tentang keruntuhan SVB, Fed menyerukan pengawasan perbankan yang lebih besar. Namun pihaknya juga mengakui pengawasnya sendiri telah gagal mengambil tindakan yang cukup kuat, setelah mengidentifikasi masalah di pemberi pinjaman teknologi tinggi itu.
Powell mengatakan meskipun pengawas Fed melihat masalah yang tepat, mereka beroperasi “di bawah pedoman standar di mana Anda meningkatkan hal-hal dengan cukup hati-hati, cukup lambat”. Jadi idenya adalah untuk mengembangkan praktik pengawasan yang lebih gesit dan jika sesuai, lebih kuat.
Bank-bank yang runtuh memiliki dua karakteristik umum. “Manajemen risiko suku bunga yang sangat buruk dan ... model pendanaan yang melibatkan sejumlah besar simpanan yang tidak diasuransikan,” jelas Powell.
“Kami mengawasi banyak institusi dan kami ... bekerja dengan mereka untuk meningkatkan manajemen risiko suku bunga dan model pendanaan mereka,” sambungnya.
Bank run dan kegagalan di 2023 adalah pengingat yang menyakitkan bahwa regulator tidak dapat memprediksi semua tekanan yang pasti akan datang seiring dengan waktu dan kesempatan, tutur Powell. Ia menambahkan, sangat penting untuk tidak berpuas diri tentang ketahanan sistem keuangan.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler






