Jumat, 15 Mei 2026

Tiongkok Punya Triliunan Dolar Cadangan Devisa

Penulis : Happy Amanda Amalia
3 Jul 2023 | 15:02 WIB
BAGIKAN
Relawan berdiri saat bertugas selama pertemuan tahunan World Economic Forum of the New Champions 2023, juga dikenal sebagai Summer Davos, di Pusat Konvensi dan Pameran Meijiang Kota Tianjin, Tiongkok utara pada 27 Juni 2023. (Foto: AP/Andy Wong)
Relawan berdiri saat bertugas selama pertemuan tahunan World Economic Forum of the New Champions 2023, juga dikenal sebagai Summer Davos, di Pusat Konvensi dan Pameran Meijiang Kota Tianjin, Tiongkok utara pada 27 Juni 2023. (Foto: AP/Andy Wong)

SHANGHAI, investor.id Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dilaporkan memiliki cadangan devisa (cadev) senilai US$ 6 triliun. Separuhnya dilaporkan 'tersembunyi' dan menimbulkan risiko baru bagi perekonomian global.

“Banyak cadangan devisa negara ini yang tidak muncul di pembukuan resmi People's Bank of China (PBoC). Sebaliknya, yang disebut cadangan devisa bayangan muncul di antara aset-aset entitas-entitas, seperti pemberi pinjaman komersial negara dan bank-bank kebijakan,” demikian isi catatan yang disampaikan ekonom Amerika Serikat (AS) Brad Setser, yang juga mantan pejabat perdagangan dan Departemen Keuangan, pada Jumat (30/06/2023).

Dalam tulisan untuk laporan The China Project – sebuah platform berita yang berbasis di New York – ia juga menambahkan, sementara cadangan resmi telah mendatar selama beberapa tahun terakhir, cadangan yang 'tersembunyi' kemungkinan besar telah mendorong lebih tinggi seiring dengan surplus ekspor RRT.

ADVERTISEMENT

“Kurangnya transparansi RRT di sini adalah sedikit masalah bagi dunia. Tiongkok secara struktural sangat sentral dalam ekonomi global sehingga apa pun yang dilakukannya, terlihat atau tidak terlihat, pada akhirnya akan memiliki dampak yang sangat besar pada seluruh dunia,” katanya, dilansir Bloomberg.

Saat dimintakan tanggapan terkait cadangan devisa tersembunyi, Badan Negara untuk Valuta Asing (State Administration of Foreign Exchange/SAFE) tidak merespons permintaan tersebut.

Menurut mantan penasihat perdagangan pemerintahan Joe Biden itu, contoh pengaruh cadangan devisa Tiongkok adalah peran mereka dalam mendanai program Belt and Road Initiative negara, yang berasal dari dorongan pascakrisis keuangan untuk mendiversifikasi kepemilikan,

“Mereka memiliki ekonomi yang cukup kuat sehingga rencana infrastruktur yang menyeluruh, global dan berlangsung selama puluhan tahun, dalam beberapa hal, hanyalah efek samping dari keputusan 2009 untuk menemukan cara-cara baru dalam mengelola devisa Tiongkok. Ya, Tiongkok adalah negara dengan ekonomi yang sangat besar – dan ekonomi yang tidak seimbang – sehingga semua aktivitasnya memiliki dampak global yang sangat besar,” ungkap Setser.

Kreditor Masif

Diungkapkan oleh Setser, institusi-institusi yang melapor ke pemerintah pusat mungkin memiliki aset luar negeri mendekati US$ 6 triliun. Jumlah ini lebih besar dibandingkan US$ 3,1 triliun cadangan resmi yang dilaporkan SAFE pada akhir tahun lalu.

“Skala cadangan tersembunyi ini menyoroti sebuah fakta penting yang sering dilupakan di tengah-tengah semua pembicaraan mengenai masalah-masalah utang domestik RRT. Secara global, RRT masih merupakan kreditor masif, dan beban akumulasi devisa RRT yang sangat besar masih terasa di seluruh dunia,” demikian penjelasan Setser.

Sebagai informasi, Setser sekarang menjadi peneliti senior di Lembaga riset Council on Foreign Relations yang berlokasi di New York, AS.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 3 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 4 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia