Jumat, 15 Mei 2026

Korsel: Komunitas Internasional Perlu Tegas Cegah Program Nuklir Korut

Penulis : Grace El Dora
10 Jul 2023 | 16:00 WIB
BAGIKAN
Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol saat menghadiri Pameran Khusus untuk HUT ke-70 Persekutuan Korea Selatan dengan AS yang ditayangkan Kantor Kepresidenan Korea Selatan pada 24 Juni 2023. (Foto: ANTARA/HO-president.go.kr)
Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol saat menghadiri Pameran Khusus untuk HUT ke-70 Persekutuan Korea Selatan dengan AS yang ditayangkan Kantor Kepresidenan Korea Selatan pada 24 Juni 2023. (Foto: ANTARA/HO-president.go.kr)

SEOUL, investor.id - Presiden Korea Selatan (Korsel) Yoon Suk Yeol mengatakan masyarakat internasional perlu menunjukkan tekadnya mencegah program senjata nuklir Korea Utara (Korut) lebih kuat dibandingkan keinginan rezim untuk mengembangkan senjata tersebut, menurut wawancara yang dipublikasikan Kantor Berita Yonhap Senin (10/7).

Yoon membuat pernyataan itu dalam wawancara tertulis dengan Associated Press (AP) menjelang partisipasinya dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Organisasi Perjanjian Atlantik Utara (NATO) di Vilnius, Lithuania pada Selasa (11/7) dan Rabu (12/7).

"Sekarang waktunya menunjukkan dengan jelas bahwa tekad masyarakat internasional untuk mencegah program senjata nuklir Korut lebih kuat dibandingkan keinginan mereka mengembangkan senjata nuklir," kata dia.

ADVERTISEMENT

Ia menambahkan, pemerintah Korsel akan menekankan pentingnya kerja sama internasional melawan "aksi ilegal Korut" selama KTT.

Korut meningkatkan program nuklir dan rudal, yang bertentangan dengan sanksi internasional. Pihaknya bersumpah akan melakukan peluncuran lain dari apa yang disebut sebagai satelit pengintaian militer, setelah peluncuran sebelumnya gagal dilakukan pada Mei 2023.

Sementara itu, pemerintah Korsel dan sekutunya memandang peluncuran itu sebagai kedok uji coba rudal balistik jarak jauh (ICBM).

"Perdamaian tidak pernah pasti dan dapat diandalkan seperti ketika didukung oleh kekuatan dan pencegahan yang kuat. Sanksi internasional yang kuat terhadap Korut dapat mencegah kemajuan kemampuan nuklir dan rudal mereka," kata Yoon dalam wawancara tersebut, Senin.

Yoon mengatakan kepada AP, dirinya akan memiliki "beberapa kesempatan" untuk berbicara dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden di Vilnius tentang banyak topik. Di antara penguatan komitmen keamanan AS dan perluasan kerja sama keamanan trilateral antara Korsel, AS, dan Jepang.

Dia juga menegaskan dirinya akan bertemu Perdana Menteri (PM) Jepang Fumio Kishida di sana, beberapa hari setelah pengawas nuklir Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyetujui rencana pelepasan air radioaktif yang diolah dari pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima yang lumpuh.

Persetujuan tersebut membuat kecewa banyak orang di Korsel dan negara tetangga lainnya.

Di sisi lain, Yoon juga mengatakan pemerintah Korsel terus menyediakan bantuan kemanusiaan dan finansial untuk Ukraina dalam perangnya melawan Rusia dan sudah memberikan bantuan untuk memperbaiki Bendungan Kakhovka di Ukraina.

"Pemerintah Korea akan terus memenuhi peran pentingnya bersama dengan masyarakat internasional dalam rangka menjaga kebebasan Ukraina. Di atas semua ini, kami akan menyusun berbagai langkah dukungan yang dibutuhkan untuk segera memulihkan perdamaian pascaperang di Ukraina dan rekonstruksinya," katanya.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia