Kamis, 14 Mei 2026

Pertemuan Menlu Asean ke-56 Dihadiri 29 Negara

Penulis : Happy Amanda Amalia
10 Jul 2023 | 22:52 WIB
BAGIKAN
Direktur Jenderal (Dirjen) Kerja Sama Asean Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Sidharto R. Suryodipuro saat memimpin "Asean Senior Officials Meeting" pada Senin (10/07/2023). (Foto: Kemlu RI)
Direktur Jenderal (Dirjen) Kerja Sama Asean Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Sidharto R. Suryodipuro saat memimpin "Asean Senior Officials Meeting" pada Senin (10/07/2023). (Foto: Kemlu RI)

JAKARTA, investor.id – Pertemuan para Menteri Luar Negeri (Menlu) Asean ke-56 dan Mitra Wicara Asean (56th Asean Ministerial Meeting/Post Ministerial Conference/AMM-PMC) yang dijadwalkan berlangsung pada 11-14 Juli 2023 akan diikuti oleh 29 negara, bersama Sekretariat Asean dan Uni Eropa (UE) serta dihadiri oleh lebih dari 1.100 anggota delegasi. 

Disebutkan Direktur Jenderal (Dirjen) Kerja Sama Asean Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Sidharto R. Suryodipuro dalam press briefing pada Senin (10/07/2023) malam, di antara 29 negara yang mengirim perwakilannya adalah Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Jepang, Korea Selatan, Australia, Selandia Baru, India, Amerika Serikat (AS), Kanada, Federasi Rusia, Bangladesh, Mongolia, Inggris, dan Perwakilan Tertinggi dari Uni Eropa (UE).

Dalam kesempatan yang sama, Sidharto – yang juga bertindak sebagai Asean Senior Officials' Meeting (SOM) Leader Indonesia – mengatakan bahwa sebelum melaksanakan kegiatan AMM/PMC, terlebih dahulu diadakan pertemuan persiapan yang melibatkan para pejabat senior dari 10 negara Asean dan Timor Leste.

ADVERTISEMENT

“Pertemuan ini membahas program prioritas Keketuaan Indonesia di Asean, penguatan kerja sama dengan mitra eksternal Asean, serta persiapan rangkaian Pertemuan Menlu Asean ke-56. Turut dibahas juga sejumlah prioritas Keketuaan Indonesia, diantaranya penguatan kapasitas dan institusi Asean serta implementasi Asean Outlook on Indo-Pacific (AOIP),” ujarnya

Pertemuan Pejabat Senior Asean kemudian dilanjutkan dengan pertemuan Komite Eksekutif Komisi Zona Bebas Senjata Nuklir Asia Tenggara (Southeast Asia Nuclear Weapon-Free Zone – SEANWFZ) yang menegaskan pentingnya kerja sama regional dalam menjaga kawasan bebas senjata nuklir serta memperkuat keamanan regional.

Ada pun hasil dari kedua pertemuan Senin, akan dibahas lebih lanjut di tingkat menteri luar negeri Asean pada Selasa (11/07/2023).

“Para Menlu Asean dan negara-negara mitra wicara akan mulai membahas sejumlah isu dalam rangka mendorong kawasan Asean yang lebih kuat dalam menghadapi tantangan serta kerja samanya dengan pihak-pihak di luar kawasan,” kata Sidharto

Ia menambahkan, dengan tema Asean Matters: Epicentrum of Growth, Indonesia mendorong pentingnya sentralitas Asean dalam menghadapi berbagai tantangan global serta meningkatkan kerja sama antarnegara anggota di bidang ekonomi, keamanan dan pembangunan.

Editor: Happy Amanda Amalia

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 42 menit yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 51 menit yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 1 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia