Menlu RI Dorong Kemitraan Asean-Inggris Wujudkan Emisi Bersih dalam 3-4 Dekade
JAKARTA, investor.id – Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (Menlu RI) mendorong kerja sama Asean dan Inggris di bidang transisi energi. Bahkan, menurut ia kemitraan Asean-Inggris harus berkontribusi mewujudkan emisi bersih (net-zero emission) dalam tiga hingga empat dekade ke depan.
“Asean dan Inggris telah memilki skema kerja sama yang bisa digunakan, antara lain ‘Asean-UK Catalytic Green Finance Facility Trust Fund’. Kerja sama ini akan memperkokoh kemitraan Asean-Inggris sebagai kemitraan masa depan,” ujar Retno dalam “Asean Post Ministerial Conference (PMC)” di Jakarta, pada Kamis (13/07/2023).
Dalam pertemuan itu juga dibahas penguatan kerja sama ekonomi Asean-Inggris, termasuk peningkatan perdagangan, investasi, resiliensi rantai pasok, perdagangan digital, inovasi, dan keamanan siber. Beberapa negara Asean pun mengusulkan penjajakan dibentuknya “Asean-UK Free Trade Agreement.”
Menlu Retno mengatakan, dua tahun lalu Inggris menjadi mitra dialog terbaru Asean. Hal ini menunjukkan komitmen Asean untuk bermitra dengan semua negara. Namun tentunya, tambah dia, mitra-mitra tersebut harus menganut nilai-nilai yang sama dengan Asean, sekaligus berkontribusi pada perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran di kawasan.
Perdamaian di kawasan Indo-Pasifik telah berlangsung lebih dari setengah abad berkat arsitektur kawasan inklusif, yang berpusat di Asean.
“Arsitektur kawasan ini dibangun di atas paradigma kolaborasi dan kepatuhan terhadap hukum dan prinsip-prinsip internasional, termasuk Treaty of Amity and Cooperation (TAC) dan Bali Principles. Saya yakin Inggris juga menganut prinsip-prinsip tersebut,” kata Retno.
Sementara itu, di bidang politik dan keamanan, pertemuan Asean PMC turut menyoroti pentingnya dukungan Inggris terhadap pembentukan arsitektur kawasan yang didasarkan pada paradigma kolaborasi dan kepatuhan terhadap hukum internasional.
Asean juga mendorong Inggris berkontribusi memastikan Asia Tenggara sebagai kawasan bebas nuklir dengan secepatnya mengaksesi “Protokol Traktat Southeast Asia Nuclear Weapon Free Zone (SEANWFZ)”.
Dalam pertemuan juga dicapai kesepakatan meningkatkan kerja sama di bidang transisi iklim, energi bersih, penguatan infrastruktur kesehatan, serta mitigasi bencana alam.
Sedangkan terkait pemberdayaan perempuan dan anak perempuan, Inggris bakal mendorong kerja sama di bidang tersebut, termasuk dalam konteks “Women, Peace and Security (WPS)” serta akses pendidikan.
Editor: Happy Amanda Amalia
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler

