Jumat, 15 Mei 2026

30 Tahun ke Depan, Indo-Pasifik Jadi Kontributor Terbesar Pertumbuhan Ekonomi Global

Penulis : Happy Amanda Amalia
14 Jul 2023 | 15:35 WIB
BAGIKAN
Suasana pertemuan "13th East Asia Summit (EAS)) Foreign Ministers Meeting" di Jakarta, pada Jumat (14/07/2023). EAS beranggotakan 18 negara yang terdiri atas blok Asean beserta para mitra termasuk Amerika Serikat (AS), Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Rusia, Jepang, India, Australia, Korea dan Selandia Baru. (Foto: Kemlu RI)
Suasana pertemuan "13th East Asia Summit (EAS)) Foreign Ministers Meeting" di Jakarta, pada Jumat (14/07/2023). EAS beranggotakan 18 negara yang terdiri atas blok Asean beserta para mitra termasuk Amerika Serikat (AS), Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Rusia, Jepang, India, Australia, Korea dan Selandia Baru. (Foto: Kemlu RI)

JAKARTA, investor.id – Kawasan Indo-Pasifik ditargetkan menjadi kontributor terbesar bagi pertumbuhan ekonomi global dalam 30 tahun ke depan. Bahkan diklaim bakal banyak perkembang penting yang terjadi setiap harinya di bidang teknologi, kedokteran dan energi terbarukan.

Sebagai informasi, EAS beranggotakan 18 negara yang terdiri atas blok Asean beserta para mitra termasuk Amerika Serikat (AS), Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Rusia, Jepang, India, Australia, Korea dan Selandia Baru. Bahkan, EAS merupakan wadah inklusif untuk membahas dinamika di kawasan dan dunia.

“Namun kita belum mampu mewujudkan lingkungan yang kondusif untuk mengoptimalkan potensi di kawasan. Kecurigaan dan ketidakpastian masih terjadi. Sebagian bahkan menyebut Indo-Pasifik mengalami ‘perang dingin di tempat panas’. Indo-Pasifik tidak boleh menjadi medan pertempuran lain, kawasan kami harus tetap stabil, dan kami berniat untuk menjaganya tetap seperti itu," ujar Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (Menlu RI) Retno Marsudi saat pidato pembukaan “13th East Asia Summit (EAS) Foreign Ministers’ Meeting” di Jakarta, pada Jumat (14/07/2023).

ADVERTISEMENT
30 Tahun ke Depan, Indo-Pasifik Jadi Kontributor Terbesar Pertumbuhan Ekonomi Global
,Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (Menlu RI) Retno Marsudi dalam pertemuan "13th East Asia Summit (EAS)) Foreign Ministers Meeting" di Jakarta, pada Jumat (14/07/2023). EAS beranggotakan 18 negara yang terdiri atas blok Asean beserta para mitra termasuk Amerika Serikat (AS), Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Rusia, Jepang, India, Australia, Korea dan Selandia Baru. (Foto: Kemlu RI)

Menurut Retno, masyarakat di kawasan Indo-Pasifik menaruh harapan besar terhadap pertemuan EAS ke-13, karena dipandang sebagai satu-satunya forum yang melibatkan semua pemain kunci di Indo-Pasifik, dan sekarang adalah momen yang menetukan bagi kawasan tersebut.

Dijelaskan lebih lanjut oleh Retno bahwa selain sebagai net kontributor pertumbuhan ekonomi, Indo-Pasifik juga harus jadi net kontributor bagi perdamaian dan menyebarkan paradigma kolaborasi ke kawasan lain.

“EAS harus berkontribusi mewujudkan cita-cita kolektif, yaitu kawasan yang damai, stabil, dan inklusif. Bayangkan EAS sebagai sebuah kereta, dan komitmen kita terhadap Traktat Persahabatan dan Kerja Sama (TAC) dan Bali Principles sebagai rel kereta. Kita harus memastikan jalan kita berpapasan, bukan saling menghalangi,” demikian penuturannya.

Semua pihak, tambah Menlu Retno, harus bekerja sama untuk menjembatani, menanamkan kepercayaan, dan membangun arsitektur kawasan yang inklusif. Bahkan, perbedaan-perbedaan yang ada tidak boleh menjadi pemisah, melainkan justru memperkaya upaya kolektif dan menjadi kekuatan.

Editor: Happy Amanda Amalia

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia