Jumat, 15 Mei 2026

Pembukaan Bursa Hong Kong Tertunda karena Topan Talim

Penulis : Grace El Dora
17 Jul 2023 | 09:15 WIB
BAGIKAN
Staf menutup jendela kaca papan saham elektronik yang menunjukkan indeks Nikkei 225 Jepang di sebuah perusahaan sekuritas pada 2 Mei 2023 di Tokyo, Jepang. (Foto: AP/Eugene Hoshiko)
Staf menutup jendela kaca papan saham elektronik yang menunjukkan indeks Nikkei 225 Jepang di sebuah perusahaan sekuritas pada 2 Mei 2023 di Tokyo, Jepang. (Foto: AP/Eugene Hoshiko)

HONG KONG, investor.id – Bursa Hong Kong akan melihat perdagangan pagi yang tertunda pada Senin (17/7), setelah kota itu mengeluarkan peringatan topan untuk Topan Talim pada pukul 07.45 pagi waktu Hong Kong.

Di bawah klasifikasi sinyal topan 8, bursa Hong Kong akan membatalkan sesi pra pagi. Perdagangan hanya akan dilanjutkan pada setengah jam pertama, setidaknya dua jam setelah penghentian sinyal angin topan.

Pasar Hong Kong kemungkinan akan ditutup sepanjang Senin karena peringatan yang dikeluarkan untuk Topan Talim. Observatorium Hong Kong mengharapkan sinyal badai No. 8 tetap berlaku hingga setidaknya pukul 4 sore.

Bursa Hong Kong biasanya membatalkan semua sesi perdagangan pagi jika sinyal topan No. 8 atau lebih melebihi jam 12 siang waktu Hong Kong.

ADVERTISEMENT

Pasar Asia Jatuh Jelang Data Ekonomi Tiongkok

Pasar Asia Pasifik jatuh pada Senin karena investor menantikan data ekonomi utama dari Tiongkok, termasuk angka produk domestik bruto (PDB) untuk kuartal II-2023 dan angka output industri untuk Juni 2023.

Pekan lalu, sebuah jajak pendapat Reuters mengatakan sementara PDB diharapkan tumbuh 7,3% secara tahun ke tahun (YoY), ini dari basis yang rendah. “Momentum (pemulihan) goyah dengan cepat, meningkatkan ekspektasi Tiongkok harus segera meluncurkan lebih banyak langkah stimulus,” kata survey tersebut, dikutip CNBC internasional pada Senin.

Di tempat lain, pasar Jepang ditutup untuk Marine Day.

Di Australia, S&P/ ASX 200 dibuka 0,12% lebih rendah. Negara ini akan merilis angka pengangguran akhir pekan ini, yang akan memberi petunjuk pada keputusan suku bunga Reserve Bank of Australia (RBA).

Kospi Korea Selatan turun 0,43%, menjelang rilis angka perdagangannya untuk Juni 2023.

Di Asia Tenggara, Singapura merilis angka ekspor domestik nonmigas untuk Juni, sementara data perdagangan lainnya akan dirilis dari Indonesia nanti.

Pasar AS mixed pada Jumat (14/7). Dow Jones Industrial Average mencapai level tertinggi sejak Maret, karena hasil laba yang kuat dari beberapa bank dan perusahaan terbesar memulai musim laba.

Namun, S&P 500 turun 0,10%, dan Nasdaq Composite turun 0,18%, tetapi kedua indeks tersebut menyentuh level intraday tertinggi sejak April 2022.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia