PBB Sayangkan Tindakan Rusia Akhiri Kesepakatan Biji-bijian Laut Hitam
PBB, investor.id – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (Sekjen PBB) Antonio Guterres pada Senin (17/7) mengatakan dirinya sangat menyayangkan keputusan oleh pemerintah Rusia untuk mengakhiri penerapan prakarsa kesepakatan biji-bijian, termasuk pencabutan jaminan keamanan navigasi di bagian barat laut Laut Hitam.
"Keputusan hari ini oleh Federasi Rusia akan menyerang orang-orang yang membutuhkan di mana pun," kata dia, dikutip Antara pada Selasa (18/7).
Rusia menyatakan telah menarik diri dari kesepakatan yang memungkinkan Ukraina mengekspor biji-bijian melalui Laut Hitam setelah serangan tahun lalu. Gerakan ini dikritik Barat dan memicu kekecewaan PBB.
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan pemerintah Rusia tidak setuju memperpanjang kesepakatan tersebut dengan pihak PBB, Turki, dan Ukraina setelah berakhirnya batas waktu pada Senin. Pasalnya, perjanjian lainnya yang seharusnya dilakukan bersamaan untuk mengekspor biji-bijian dan pupuk dari Rusia belum dilaksanakan.
Kementerian Luar Negeri Rusia memberi tahu ketiga pihak pada hari yang sama dengan penarikan dari kesepakatan tersebut, yang ditandatangani Juli tahun lalu. Kementerian tersebut juga mengatakan keamanan kapal komersial yang melewati Laut Hitam tidak lagi mendapat jaminan keamanan mulai Selasa.
"Ini benar-benar tindakan lain yang kejam," kata Linda Thomas-Greenfield, duta besar Amerika Serikat (AS) untuk PBB. Ia mengacu pada veto Rusia pekan lalu atas rencana memperpanjang pasokan bantuan kemanusiaan ke wilayah barat laut Suriah tempat oposisi berkuasa.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Inggris James Cleverly mengecam keputusan pihak Rusia untuk menghentikan kesepakatan biji-bijian, seraya mengatakan keputusan ini menyakiti orang-orang termiskin dunia.
"Saya mengecam Rusia karena membuat seluruh dunia menjadi sandera," kata Wakil Menlu Senior Jepang Shunsuke Takei kepada Dewan Keamanan PBB dalam sidang Senin. Shunsuke Takei juga menyatakan pihaknya sangat menyesalkan Rusia memilih untuk menyalahkan orang lain atas krisis yang telah diciptakan oleh agresinya.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now




