Gelombang Panas Makin Intensif, Picu Peringatan Risiko Kematian
PHOENIX, investor.id - Gelombang panas yang terjadi di sebagian Eropa, Asia, dan Amerika Serikat (AS) makin intensif pada Selasa (18/7/2023). Hal ini memicu Organisasi Meteorologi Dunia memperingatkan peningkatan risiko kematian terkait suhu yang terlalu tinggi.
Dikutip dari Reuters, orang Amerika menghadapi berbagai cuaca ekstrem, dari panas terik dari Texas ke California Selatan hingga udara tersedak asap yang berhembus ke Midwest dari kebakaran hutan Kanada. Peringatan banjir dinaikkan untuk kota-kota Vermont yang tergenang pada minggu lalu. Sementara Badai Tropis Calvin diperkirakan akan melanda negara pulau Hawaii di Pasifik pada Selasa malam (18/7/2023).
Kota barat daya Phoenix, Arizona, pada Selasa (18/7/2023) mencatat hari ke-19 berturut-turut suhu tertinggi harian melebihi 110 derajat Fahrenheit (43 Celcius). Memecahkan rekor sepanjang masa selama 18 hari.
Tom Frieders, seorang ahli meteorologi di National Weather Service di Phoenix, mengatakan suhu tinggi regional akan berkisar antara 115F dan 120F (48,9C) selama lima sampai tujuh hari lagi jika tidak lebih lama.
"Mungkin akan terjadi badai monsun dan hujan yang dingin, mudah-mudahan, pada akhirnya - yang akan membantu mendinginkan keadaan," kata Frieders.
Di negara bagian timur laut Vermont, diperkirakan akan terjadi badai petir di daerah yang sudah jenuh akibat curah hujan yang sangat deras baru-baru ini, sehingga meningkatkan risiko lebih banyak banjir. Pekan lalu, air tinggi di ibu kota Montpelier memaksa penutupan jalan dan beberapa warga terjebak di rumah mereka.
Dengan suhu panas yang melanda Eropa selama puncak musim panas, Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) mengatakan gelombang panas di belahan bumi utara akan meningkat. Diperkirakan 61 ribu orang mungkin telah meninggal dalam gelombang panas tahun lalu di Eropa saja.
Pusat koordinasi tanggap darurat Uni Eropa mengeluarkan peringatan merah untuk suhu tinggi untuk sebagian besar Italia, Spanyol timur laut, Kroasia, Serbia, Bosnia dan Herzegovina selatan, dan Montenegro.
Di Italia, turis berusaha untuk tetap tenang dengan bermain air di air mancur Roma dan berdiri di bawah kipas raksasa yang dipasang di luar Colosseum. Beberapa terpaksa mengantri untuk taksi selama lebih dari satu jam di luar stasiun kereta api pusat di Roma karena kekurangan taksi yang kronis di ibu kota.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler


