Jumat, 15 Mei 2026

Gelombang Panas Makin Intensif, Picu Peringatan Risiko Kematian

Penulis : Indah Handayani
19 Jul 2023 | 09:00 WIB
BAGIKAN
ilustrasi gelombang panas. ( Foto: JIM WATSON / AFP )
ilustrasi gelombang panas. ( Foto: JIM WATSON / AFP )

PHOENIX, investor.id - Gelombang panas yang terjadi di sebagian Eropa, Asia, dan Amerika Serikat (AS) makin intensif pada Selasa (18/7/2023). Hal ini memicu Organisasi Meteorologi Dunia memperingatkan peningkatan risiko kematian terkait suhu yang terlalu tinggi.

Dikutip dari Reuters, orang Amerika menghadapi berbagai cuaca ekstrem, dari panas terik dari Texas ke California Selatan hingga udara tersedak asap yang berhembus ke Midwest dari kebakaran hutan Kanada. Peringatan banjir dinaikkan untuk kota-kota Vermont yang tergenang pada minggu lalu. Sementara Badai Tropis Calvin diperkirakan akan melanda negara pulau Hawaii di Pasifik pada Selasa malam (18/7/2023).

Kota barat daya Phoenix, Arizona, pada Selasa (18/7/2023) mencatat hari ke-19 berturut-turut suhu tertinggi harian melebihi 110 derajat Fahrenheit (43 Celcius). Memecahkan rekor sepanjang masa selama 18 hari.

Tom Frieders, seorang ahli meteorologi di National Weather Service di Phoenix, mengatakan suhu tinggi regional akan berkisar antara 115F dan 120F (48,9C) selama lima sampai tujuh hari lagi jika tidak lebih lama.

ADVERTISEMENT

"Mungkin akan terjadi badai monsun dan hujan yang dingin, mudah-mudahan, pada akhirnya - yang akan membantu mendinginkan keadaan," kata Frieders.

Di negara bagian timur laut Vermont, diperkirakan akan terjadi badai petir di daerah yang sudah jenuh akibat curah hujan yang sangat deras baru-baru ini, sehingga meningkatkan risiko lebih banyak banjir. Pekan lalu, air tinggi di ibu kota Montpelier memaksa penutupan jalan dan beberapa warga terjebak di rumah mereka.

Dengan suhu panas yang melanda Eropa selama puncak musim panas, Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) mengatakan gelombang panas di belahan bumi utara akan meningkat. Diperkirakan 61 ribu orang mungkin telah meninggal dalam gelombang panas tahun lalu di Eropa saja.

Pusat koordinasi tanggap darurat Uni Eropa mengeluarkan peringatan merah untuk suhu tinggi untuk sebagian besar Italia, Spanyol timur laut, Kroasia, Serbia, Bosnia dan Herzegovina selatan, dan Montenegro.

Di Italia, turis berusaha untuk tetap tenang dengan bermain air di air mancur Roma dan berdiri di bawah kipas raksasa yang dipasang di luar Colosseum. Beberapa terpaksa mengantri untuk taksi selama lebih dari satu jam di luar stasiun kereta api pusat di Roma karena kekurangan taksi yang kronis di ibu kota.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia