Fed Resmikan Layanan Pembayaran Instan FedNow yang Baru
WASHINGTON, investor.id – Federal Reserve (Fed) meluncurkan layanan pembayaran instan FedNow pada Kamis (Jumat pagi WIB). Bank sentral tersebut telah mengembangkan sistem ini selama beberapa tahun, yang menurut para pejabat akan memungkinkan aliran uang tunai lebih cepat untuk bisnis dan individu.
Sistem ini diharapkan dapat meningkatkan aliran uang melalui ekonomi Amerika Serikat (AS) dengan cara memberikan akses instan ke gaji, memungkinkan pembayaran tagihan di menit-menit terakhir, atau mengirimkan pembayaran pemerintah kepada individu.
"Federal Reserve membangun Layanan FedNow untuk membantu melakukan pembayaran sehari-hari selama beberapa tahun mendatang dengan lebih cepat dan nyaman," kata Gubernur Fed Jerome Powell, menurut laporan CNBC internasional pada Jumat (21/7).
“Seiring waktu, karena semakin banyak bank memilih untuk menggunakan alat baru ini, manfaat bagi individu dan bisnis akan mencakup memungkinkan seseorang untuk segera menerima gaji, atau perusahaan untuk langsung mengakses dana saat tagihan dibayarkan,” tambahnya.
Sejauh ini, sebanyak 35 pengadopsi awal termasuk JPMorgan Chase dan Wells Fargo, dua dari empat bank terbesar di AS telah mendaftar.
Ada tambahan 16 lembaga yang menyediakan layanan untuk bank dan serikat kredit.
American Bankers Association mengatakan menyambut perkembangan FedNow, mencatat bank sentral bergabung dengan Clearing House, yang menempatkan layanan pembayaran daring pada 2017 sebagai dua penyedia utama di ruang tersebut.
“Kami akan terus mendidik anggota kami tentang dua sistem dan manfaat yang mereka tawarkan kepada konsumen dan bisnis,” kata Presiden dan CEO ABA Rob Nichols.
Masih ada beberapa pertanyaan tentang FedNow, seperti apakah bank akan membebankan biaya untuk layanan tersebut.
Bank sentral mengharapkan ketika sistem dikembangkan lebih lanjut, itu akan diintegrasikan ke dalam aplikasi dan situs web bank dan credit unions.
Sementara FedNow kini dioperasikan secara daring, pejabat Fed sedang mempelajari implementasi mata uang digital bank sentral. Beberapa pejabat mengatakan mereka berpikir FedNow dapat mengurangi kebutuhan akan CBDC.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






