Kolaborasi Teknologi India dan Jepang Tunjukkan Indo Pasifik yang Inklusif
NEW DELHI, investor.id – Pemerintah India dan Jepang sedang menjajaki kolaborasi di bidang teknologi penting, termasuk semikonduktor dan rantai pasokan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya India mencapai target investasi dari Jepang senilai US$ 35,9 miliar pada 2027 dan menunjukkan Indo Pasifik yang inklusif.
Menurut pernyataan para pejabat pada Jumat (28/07/2023), Menteri Luar Negeri (Menlu) India S Jaishankar dan Menlu Jepang Yoshimasa Hayashi bertemu pada Kamis (27/07/2023) di New Delhi, India. Keduanya membahas langkah-langkah untuk memperdalam kerja sama di bidang alat utama sistem pertahanan (alutsista) dan teknologi.
Pertemuan kedua menlu tersebut dilakukan dalam kunjungan dua hari Hayashi ke New Delhi. Dasar dari rencana kolaborasi ini di antaranya dampak dari perang Rusia dengan Ukraina. Perang ini telah mengganggu pasokan suku cadang global dan bahan baku yang dibutuhkan guna menyelesaikan berbagai produk, mulai dari mobil hingga chip komputer.
India dan Jepang selama ini memiliki hubungan ekonomi yang kuat. Volume perdagangan kedua negara bernilai US$ 20,57 miliar untuk tahun fiskal 2021-2022.
Ekonomi Indo Pasifik Inklusif
Dikutip dari pernyataan Kemlu India, Hayashi dan Jaishankar juga menekankan peran penting India dan Jepang untuk memastikan kawasan Indo-Pasifik yang terbuka dan makmur, berbasis aturan, dan inklusif.
Selain membahas kerja sama bilateral, kedua menlu membahas kolaborasi di bawah kerangka kerja multilateral dan plurilateral. Termasuk kelompok Quad yang mencakup Amerika Serikat (AS) dan Australia. Kelompok ini bertujuan melawan merespons agresivitas Republik Rakyat Tiongkok (RRT) di kawasan.
Saat bertemu para pemimpin bisnis dari kedua negara, Hayashi menyampaikan India adalah mitra yang sangat diperlukan Jepang dalam mencapai kawasan Indo Pasifik yang bebas dan terbuka.
Hayashi mendorong perusahaan-perusahaan Jepang untuk berinvestasi di 15 sektor utama yang diidentifikasi oleh India sebagai sektor yang memenuhi syarat untuk mendapatkan subsidi. Antara lain peralatan telekomunikasi, mobil, dan baterai kimia terapan.
“Semua ini telah menghasilkan pertumbuhan yang luar biasa investasi Jepang ke dalam teknologi-teknologi penting seperti peralatan medis, elektronik, dan peralatan listrik rumah tangga,” ujar Hayashi, yang dilansir Associated Press (AP).
Ambisi Chip Semikonduktor
Dalam pernyataan bersamanya, Jaishankar dan Hayashi menyampaikan kepuasan mereka atas penguatan kerja sama pertahanan dan keamanan antara kedua negara, termasuk latihan rutin dan pembicaraan antara ketiga angkatan bersenjata.
Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi disebut memiliki ambisi untuk membangun industri produksi chip semikonduktor. Namun awal bulan ini, raksasa perusahaan elektronik Foxconn mundur dari usaha patungan semikonduktor senilai US$ 19,5 miliar dengan konglomerat pertambangan India, Vedanta Ltd.
Padahal pada Februari 2022, Foxconn dan Vedanta telah mengumumkan usaha patungan (JV) untuk memproduksi chip dan panel layar di India.
Pemerintah India telah menjadikan produksi chip sebagai prioritas nasional dan bagian dari kebijakan kemandirian untuk mengamankan pasokan. India juga telah menawarkan insentif finansial hingga 50% dari biaya proyek, di bawah rencana senilai US$ 10 miliar untuk proyek-proyek manufaktur semikonduktor dan layar.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






